Olahraga & Kesehatan

Ketika Bima Bike Lovers Tour ke Lakey Kabupaten Dompu (3)

Beberapa saat para biker pun istirahat sambil menikmati es kelapa mudadi Taman Kota. Sekadar menghalau dahaga, menghela nafas untuk mengumpulkan kembali energi dan stamina. Apalagi, cuaca makin panas seiring pergeseran jarum jam. Semilir angin pun, jarang menghembus ketika itu. Ada kegerahan dirasakan biker, kendati tidak terucap.

Setelah cukup menghela napas dan membasuh dahaga, para biker melanjutkan mengayuh sepeda menyusuri Desa Kareke, Pandai, Lepadi, Ranggo, hingga ujung KampungNata Kecamatan Pajo Dompu. Semua biker tetap bertahan, tidak ada yang mengalah. Stamina yang berbeda, mereka terlihat bergantian berada di depan, tengah, dan belakang. Sepanjang rute itu, ada yang enteng, namun kebanyakan menantang.

Tidak seperti kondisi jalan Kota Bima hingga pusat kota Dompu, sebagian besarnya mulus dan lebar. Sebaliknya, rute Dompu-Lakey boleh dibilang lebih sulit. Sebagian rusak dan penuh bebatuan, karena ada perbaikan jalan, ruas jalannya agak sempit ditambah arus kendaraan yang relatif padat, memaksa para biker mengatur ritme pergerakan.

Belum lagi, tebaran debu yang terkibas laju kendaraan dalam kecepatan tinggi. Jika tidak kuasai teknik bersepeda, bisa-bisa keselamatan terancam. “Benar-benar menantang,” gumam biker, Ilham.

      Kameramen tetap setia menyorot tour yang kesekian kali dilakukan BBL dalam misi sekaligus bersahabat dengan alam tersebut. Setiap pos persinggahan, host program Lamba Rasa Bima TV, Khairuddin, menggambarkan perjalanan, termasuk rute dan kondisinya.

     Di ujung Kampung Nata, para biker memilih istirahat sejenak. Mereka terlihat kecapaian setelah menaklukkan rute yang sangat menantang tadi. Terhitung dari tempat itu, perjalanan menuju Lakey tersisa sekitar 27 kilometer. Jarak yang dianggap lumayan dekat bagi mereka, bila diukur dengan jarak yang sudah ditaklukan sebelumnya.

       Namun, medan yang sulit dan menantang menuju Lakey masih banyak yang harus dilalui. Menurut warga sekitar, rute perjalanan ke sana lebih menantang lagi. Sebagian besar rusak, berlubang, dan bebatuan, banyak tanjakkan, dan berkelok. “Sebaiknya lanjutkan saja dengan mobil sampai Desa Adu, karena jalannya rusak parah dan banyak tanjakan,” saran warga setempat.

     Para biker pun membulatkan putusan melanjutkan perjalanan tidak dengan sepeda. Mengangkutnya dengan mobil hingga Desa Adu Kecamatan Hu’u. Sekitar sepuluh kilometer menggunakan mobil, pesepeda kemudian melanjutkan dari desa setempat hingga lokasi wisata yang dituju, Lakey Beach.

Begitulah nama tempat wisata yang terpampang pada pintu gerbang di sana. Lokasi wisata yang tidak pernah sepi dari turis asing. Karena ombaknya terkenal untuk surving, beberapa kali telah diselenggarakan even surving internasional di tempat itu.

      Melanjutkan perjalanan dari Desa Adu, tidak lantas enteng-enteng saja mengayuh sepeda. Tantangan masih dirasa biker. Ya, jalannya sebagian besar masih tidak mulus. Retak-retak, banyak serpihan kerikil tajam dan gumpalan aspal. (bersambung)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top