Olahraga & Kesehatan

Ketika Bima Bike Lovers Tour ke Lakey Kabupaten Dompu (4)

Medan yang masih naik-turun dengan kelokan tajam, berdebu, dan berpasir masih juga menantang dirasakan para biker. Kendati begitu, kaki terus mengayuh, meski stamina sudah banyak terkuras.

Untungnya, kekompakkan para biker tetap terjaga. Saling memerhatikan dan menunggu ketika di antara mereka ada yang “ketinggalan kereta”. Kekompakkan dan kebersamaan inilah yang menyulut “api” pantang menyerah para biker, menaklukkan rute Kota Bima-Lakey sepanjang 110 kilometer.

Sepanjang perjalanan dari Desa Adu, Daha, Rasabou, Jala, dan Hu’u, ritme kayuhan sepeda terlihat  masih tetap stabil. Meski pada beberapa titik pada sejumlah desa itu, para biker sedikit melambat. Terutama pada tanjakan dan jalan yang berlubang. Maklumlah, energi dan stamina tidak seprima ketika mengawali tour.

Warga setiap desa yang dilintasi pun, setia memandang perjalanan panjang mereka. Ada yang bertanya, ada yang menduga sedang ada perlombaan olahraga. Ada pula yang mengira jika para biker adalah turis. Maklumlah, sangat jarang orang yang nekat bersepeda ke tempat wisata pantai Selatan itu, kecuali ada lomba touring. Atau katakanlah turis asing yang memang dikenal nekat dan sukanya hal-hal yang menantang.

“Luar biasa, mereka kuat sekali bersepeda sampai Lakey. Sangat jarang ada orang Dompu atau Bima pakai sepeda ke sini (Hu’u),” kata Galang, warga Hu’u di jalan desa setempat.

     Jarum jam menunjukkan pukul 14.30 WITA, para biker tiba di pintu gerbang wisata Lakey Beach. Tentunya, dengan kondisi yang tidak normal. Nafas ngos-ngosan dan tubuh bermandi peluh. Untuk sampai di pantai yang terkenal dengan ombaknya untuk surving atau berselancar bagi bule itu, tinggal menempuh jarak sekitar satu kilometer lebih.

      Nah, di sinilah para bikers mulai terlihat tenang dan ceria. Kelegaan membuncah ketika memasuki tempat yang dituju. Sekitar pukul 14.40 Wita, mereka tiba di pusat wisata Lakey Beach. Ani Lestari Camp, adalah tempat yang dipilih untuk beristirahat. “Akhirnya tugas berat kita tercapai,” ujar Budi Prabowo.

     Di Ani Lestari Camp, semua biker mengapresiasikan kelegaannya. Membasuh keringat dan dahaga, lalu bersantai ria. Mereka disambut pemilik camp, Baba Ching dan Nona Hoa, pribumi berdarah Tionghoa. Rupanya, Budi Prabowo dan pemilik camp, cukup familiar. Kamar pun disiapkan sesuai pesanan. Para biker pun memanfaatkannya. Mereka langsung mandi membersihkan peluh dan debu yang menempel di badan. Setelah itu, ada yang tidur, ada pula yang berkeliling menikmati panorama pantai petang itu. (bersambung)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top