Politik

Syarif: Omong Kosong Pemimpin Jujur Bila Beli Suara

Foto: IST.

Kota Bima, Bimakini.com.- Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Wali dan Wakil Wali Kota Bima akan dilaksanakan 13 Mei 2013 mendatang. Namun, masih ada sikap apriori sejumlah kalangan, jika proses pemilihan akan berlangsung jujur. Transaksi politik uang, diperkirakan masih mewarnai.

Jika kenyataan seperti itu masih terjadi, maka menurut akademisi STISIP Mbojo Bima, Syarif Ahmad, MSi, sulit mengharapkan pemimpin yang jujur. Kelemahan ini muncul, karena beberapa faktor, salah satunya sistem rekruitmen di internal partai politik (parpol) tidak berjalan baik. “Sekarang banyak figur yang tiba-tiba menjadi tokoh partai politik, bukan karena melalui proses berjenjang, tapi karena punya modal dan mampu membayar,” ujar kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) ini di kediamannya Santi, Selasa (12/6).

Politik transaksional, kata dia, bisa memunculkan tirani minoritas atas mayoritas. Kelompok kecil akan mengusai atau mengeksploitasi kelompok besar.

Dalam pandangannya, mereka yang tiba-tiba menjadi tokoh politik tanpa proses penjenjangan internal, disebut sebagai “migran politik”. Kondisi seperti ini tidak akan menciptakan, politik yang sehat dan menjadi harapan melahirkan sosok pemimpin.

Bagi Syarif, partai bisa menjadi wadah mengelola berbagai persoalan kemasyarakatan, kebangsaan dan keummatan. Dinamika partai akan menentukan kematangan kader-kadernya. “Sekarang kan banyak karena punya uang, bisa masuk partai, tanpa punya pengalaman organisasi,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, pengalaman berorganisasi akan memberi edukasi pada kader parpol, ketika mengelola pemerintahan. Maka tidak bisa diharapkan parpol berperan dalam mendorong lahirnya masyarakat yang sadar akan politik.

“Pemilih cerdas itu tumbuh diawali dengan berjalannya fungsi partai politik. Seberapa banyak parpol lakukan sosialisasi politik, transportasi ke masyarakat. Berapa parpol yang tidak melakukannya. Partai hanya sibuk saat pemilu legislatif, musda, muswil atau kongres,” ujarnya. (BE.16)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top