Opini

Awalnya Diragukan, kini “Mendobrak” Pintu Istana Negara

Menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, bukan merupakan cita-cita dari Kelompok Pemberdaya Pengalir dan Pengguna Air (KP3A) Oi Seli Desa Maria Utara Kecamatan Wawo. Namun, usaha keras yang dilakukan sejak tahun 1994 lalu dalam mengalirkan air hingga ke pemukiman warga, dilirik oleh penilai. Mereka pun melenggang mulus menapakan kaki di pelataran Istana. Bagaimana perjuangan mereka? Berikut rangkuman HM. Nasir.

Ikhtiar itu bukan lagi sebagai impian panjang sebagian besar warga Desa Maria Utara dan Desa Ntori, tetapi kini membuahkan hasil nyata. Air mengalir deras dan dinikmani warga untuk kebutuhan air minum dan sebagian untuk mengairi lahan yang selama ini hanya mengandalkan tadah hujan.

    Cucuran keringat dan perjuangan keras warga kini diapresiasi oleh Presiden RI dengan memberikan penghargaan Kalpataru, Tidak hanya itu, Drs. H. Yasin H. Darsono dan A. Rahman Ama Rina perintis perjuangan mengalirkan Oi Seli, diundang khusus ke Istana Negara untuk menerima anugerah Kalpataru yang diserahkan Presiden RI pada 5 Juni lalu.

      Mereka juga mendapatkan piagam penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kenang-kenangan dari Menteri Kehutanan RI. Cibiran dan cemoohan warga yang diterima perintis saat rencana awal merintis Oi Seli, tidak lagi terdengar. Air yang dulu hanya ada dalam bayangan semu, kini mewujud dan mengalir ke rumah warga.

Ketua KP3A Oi Seli Desa Maria Utara Kecamatan Wawo, Drs. H. Yasin H. Darsono, mengatakan, rintisan awal mengalirkan Oi Seli Ncai A'u dari sumber mataair digagas oleh almarhum H. Darsono dan dilanjutkan A. Rahman dan dirinya sejak tahun 1994. Caranya membuat saluran dengan penyangga bambu yang dialirkan dengan pipa plastik lipat bantuan dari keluarga besar di Jakarta, gotong-royong, dan swadaya kelompok sepanjang 6,5 kilometer (km) untuk mengairi lahan persawahan tadah hujan dan kebutuhan air bersih.

Pada tahun 1997 hingga sekarang kelompok juga mengadakan pembibitan secara swadaya untuk ditanam pada lahan kritis, kebun, dan sawah sekitar lingkungan sumber mataair. Terutama air yang mengalir tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk mencukupi kebutuhan air bersih. “Secara bertahap kita lakukan perbaikan agar air dapat mengalir lancar,” ujarnya di Wawo, Minggu (1/7).

Ikhtiar mengalirkan air agar lancar  terus dibenahi dan tahun 2002 upaya mengalirkan air dari Ncai A'u Sori Nae dengan pipa plastik lipat sepanjang 6,5 km dilakukan dengan menembus terowongan. Usaha itu berhasil dan air bisa mengairi lahan persawahan tadah hujan sekitar 500 hektare (Ha).

Perjuangan yang melelahkan itu terus mendapatkan dukungan berbagai pihak dan terbukti pada tahun 2005 KP3A “Oi Seli Ncai A'u dapat mengalirkan air bersih lingkungan sepanjang 8 kilometer. Selanjutnya, tahun 2010 dapat mengalirkan air bersih rumah-tangga sepanjang 10 km untuk kebutuhan 2.500 Kepala Keluarga (KK) atau 5.800 jiwa.

     “Alhamdulillah air bersih yang dialirkan itu sejak dimanfaatkan masyarakat belum ada keluhan pengaduan penyakit. Kebutuhan air bagi warga setiap tahun juga mencukupi, meski pada musim kemarau,” kata pengawas TK/SD Kecamatan Lambitu ini.

     Air itu dimanfaatkan sebagian untuk air bersih, mandi-cuci-kakus (MCK), sebagian lagi mengalir untuk lahan perkebunan, sawah tadah hujan mulai dari Dusun Kawae Desa Maria Utara, Ntori, Maria dan Desa Pesa Kecamatan Wawo. “Kita berharap air ini terus kita jaga hingga anak cucu, sehingga warga dapat memanfaatkan untuk berbagai kebutuhan hidup,” katanya.

    Hal senada dikemukakan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bima, Drs. Moh. Mawardi, MT. Kiprah nyata KP3A mampu melestarikan 12 sumber mataair dalam perlindungan dan pelestarian sumber mata air dengan menanam tanaman pelindung dan tanaman produktif. Mereka juga menyelamatkan lahan kritis seluas 500 ha dengan pembibitan tanaman berumur panjang atau tanaman tahunan sebagai bentuk penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup.

       Oleh karena itu, kata dia, kategori yang diraih KP3A Oi Seli Ncai A'U Desa Maria Utara adalah kategori penyelamatan lingkungan yang diberikan kepada kelompok masyarakat informal maupun formal yang berhasil melestarikan fungsi lingkungan hidup atau pencegahan pencemaran lingkungan hidup.

Anugerah Kalpataru merupakan bentuk apresiasi Pemerintah kepada warga atau kelompok masyarakat yang menunjukkan kepeloporan luar biasa dan memberikan sumbangsinya dalam mendorong pelestarian lingkungan hidup.

      Penghargaan itu, kata Mawardi, diserahkan Presiden RI pada acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 5 Juni di Istana Negara.

“Kita berharap air yang dialirkan dapat dijaga dan dimanfaatkan. Demikian pula dengan lingkungan alam sekitar sumber mataair terus dijaga dan dilestarikan,” katanya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup s-Dunia tingkat Provinsi NTB di lapangan Wawo, Senin lalu. (*)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top