Peristiwa

Balapan Liar di Ama Hami Kembali Dikeluhkan Warga

Kota Bima, Bimakini.com.-

Aksi balapan liar sejumlah remaja dan pemuda di kawasan jalan kembar Ama Hami Kota Bima, kembali dikeluhkan warga Kelurahan Dara. Meski sudah seringkali aparat Kepolisian menertibkannya, tetapi tetap saja aksi berbahaya dan mengganggu kenyamanan itu terjadi. Warga pun meminta agar Kepolisian membuat Pos Jaga di sekitar areal itu.

Ucok, warga Kelurahan Dara, mengaku hampir setiap hari aksi balapan itu terjadi dan sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Apalagi, suara deru knalpot sepeda motor itu memekan telinga, karena sengaja dibuat bising. Sudah lama hal itu dikeluhkan warga, tetapi terkesan dibiarkan oleh aparat Kepolisian.

“Kita akui upaya penertiban dari Kepolisian tetap ada,tetapi hanya sebatas saat itu saja dan setelah itu esok harinya mereka kembali beraksi dan tidak ada yang melarang lagi,” terangnya di Dara, Sabtu lalu.

Aksi balapan, katanya, biasa dilakukan sekitar pukul 22.00 WITA ke atas dan mereka yang terlibat bukan hanya warga kota saja, tetapi ada juga warga di luar kota. Parahnya, aksi balapan itu dijadikan ajang perjudian dan taruhan sehingga menyebabkan masyarakat semakin terganggu.

Anehnya, ujar dia, fenomena itu selalu berulang, meski sebentar hilang. Dia menduga ada oknum aparat yang terlibat menyuburkan praktik perjudian tersebut sehingga keberadaannya tidak bisa diganggu masyarakat. “Kami meminta Kepolisian segera menghentikan balapan liar ini sebelum masyarakat mengambil cara sendiri,” harapnya.

Warga lainnya, Arifin, menyarankan kepada Kepolisian membuat Pos Penjagaan di sekitar areal itu agar tidak ada lagi balapan liar. Dinilainya, lokasi balapan itu sebenarnya dekat dengan Polsek Rasanae Barat, tetapi anehnya terkesan tidak diketahui sehingga warga menduga itu sengaja dibiarkan.“Kalau memang itu tidak bisa kami berharap agar patroli pengamanan intensif dilakukan karena balapan liar ini sudah lama terjadi,” harapnya. (BE.20)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top