Pemerintahan

Bupati Minta Kisruh Tenaga Medis tidak Dipolemikan

Dompu, Bimakini.com.-

Pernyataan salahsatu dokter di RSUD Dompu mengenai praktik bidan dan perawat saat pertemuan dengan DPRD Dompu, beberapa waktu lalu, menuai protes dari bidan dan perawat RSUD setempat. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasinpun, mengatensinya dengan menggelar rapat di RSUD setempat.

Agar permasalahan itu tidak dipolemikkan,Bupatimeminta dokter, bidan, dan perawat menyelesaikan dengan baik. “Tidak ada lagi polemik masalah itu,” ujar Bupati usai rapat.

Rapat itudihadiri PLT Sekda, Kepala Dinas Kesehatan(Dikes),Kepala BKD,Direktur RSUD Dompu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dompu,Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dompu,Ketua Ikatan Perawat Indonesia (IPI)Dompu, dan jajaran RSUD Dompu.   

Pertemuan dalam rapat itu, menghasilkan kesepakatan bersama dokter, bidan, dan perawat. Yakni, tidak memolemikan lagi masalah penyataan dokter tersebut.

Bupati mengaku, masalah itu telah diklarifikasi. Bidan dan perawat  tidak ada lagi yang praktik liar. Kemudian apa yang dilakukan bidan dan perawat sudah sesuai surat Menteri Kesehatan yang membolehkan mereka  berpraktik, terutama di daerah tertentu. Misalnya, daerah yang belum memiliki dokter dengan catatan minimal pendidikan bidan lulusan Diploma Tiga (D3). Begitu juga untuk perawat. ”Tidak ada lagi masalah dengan ketiga profesi itu,” ujarnya sembari mencontohkan bidan dan perawat yang bertugas di Puskesdes dan Pustu.

Pada kesempatan itu juga,Bupati meminta bantuan wuntuk menyampaikan informasi itu padamasyarakatagar tidak terjadi polemiklagi. “Tolong sampaikan  pada masyarakat lewat medianya masing-masing bahwa ini hanyalah perbedaan presepsi,” kata Bupati seraya menambahkan jikadokter yang menyampaikan pernyataan itu telah meminta maaf.

Demikian juga dengan masalah ijin pada kantor Pelayanan Perijinan Terpadu, hanya bersifatmengoordinasi. Masalah ijin tetap pada dinas teknis yang berkaitan.

Rapat yang di gelar itu, menindaklanjuti adanya pernyataan salahseorang dokter di RSUD Dompu yang menyatakan bidan dan perawat tidak boleh membuka praktik. Bidan dan perawat hanya membantu dokter.

Akibat pernyataan itu,mendapat reaksi dari sejumlah bidan dan perawat. Mereka melakukan aksi di Dikes Kabupaten Dompubeberapa hari lalu. (BE.15)

 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top