Pemerintahan

Dinilai Langgar Disiplin, Empat PNS Dipecat

Dompu, Bimakini.com.- Ini peringatan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang berpoligami atau menikah dengan suami orang tanpa melalui mekanisme aturan kepegawaian. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang, melalui Badan kepegawaian Daerah (BKD) Dompu memecat empat PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu. Surat pemecatan mereka telah diberikan  Kamis (5/7) lalu.

Kepala BKD, M. Syaiun, SH, M.Si, yang dihubungi Sabtu (7/7) lalu  mengaku telah mengirim surat pemecatan terhadap keempat orang itu dan ditandatangani oleh Bupati Dompu. Mereka adalah Hidayat Ssos, pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Hidayat M. Amin (BKKBN), Ahmad (KP3), dan Sumantia (staf BPM, yang juga istri keempat Hidayat, S.Sos). Mereka dipecat karena terlibat poligami.

Katanya, vonis itu berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Dompu yang telah memeriksa. Dari hasil pemeriksaan itulah, disimpulkan  keempat PNS itu  dihukum. Tetapi, sebelum surat pemecatan itu diberikan, BKD telah   beberapa kali membina mereka. “Sebelum surat pemecetan dikeluarkan, pembinaan dilakukan,” ujarnya Sabtu lalu melalui telepon selular kepada Bimakini.com.

       Diakuinya, pembinaan itu dilakukan beberapa kali. Namun, jika dalam pembinaan itu tidak membuahkan hasil, BKD mengirimkan mereka untuk diperiksa oleh Inspektorat. Bagi PNS yang tidak bisa dibina, maka jalan terakhir ditangani Inspektorat untuk  diperiksa. Jika sudah diperiksa oleh Inspektorat, maka sudah masuk ranah penegakkan aturan.

    Dibeberkan, ketika pejabat pria tersebut dipecat karena menikah tanpa ijin istri dan atasan.  PNS wanita itu dipecat karena menjadi istri keempat. Keempat orang PNS itu telah  melanggar PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “Keempat oknum PNS itu dipecat Bupati berdasarkan LHP Inspektorat,” ujarnya. (BE.15)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top