Hukum & Kriminal

FSPP Doro Oo Desak Penuntasan Kasus Penodongan Pistol

Massa saat blokade jalan.

Bima, Bimakini.com.- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pemuda dan Pelajar Desa Doro O’o Kecamatan Langgudu, aksi blockade jalan, Sabtu (28/7). Tidak hanya itu mereka membakar ban bekas, sebagai desakan agar pihak kepolisian tetap mengusut kasus dugaan penodongan pistol oleh Bupati Bima, H Ferry Zulkarnain.

Kericuhan sempat terjadi ketika aparat kepolisian membubarkan aksi massa. Hal itu terjadi, karena ijin aksi unjuk rasa telah melewati batas waktu yang ditentukan. Sementara itu, massa tetap menginginkan aksi berrlanjut, namun aparat tidak menoleransinya. Selain membubarkan massa, aparat juga membuka kembali blokade jalan.

awalnya, aksi itu mendapat penjagaan dari sejumlah aparat Polsek Langgudu yang dipimpin Kapolsek, IPDA M Yamin. Aksi blockade degan batu dan kayu itu tidak berlangsung lama.

Koordinator Aksi, Rifaid, dalam pernyataan sikapnya menyesalkan sikap bupati Bima yang menodongkan pistol. Kepolisian diharapkan memeroses kasus hukum ini secepatnya dan menahan pelaku.

Untuk ajudan bupati Bima, Ruslah yang telah ditahan kepolisian, diminta agar tidak ditangguhkan. Kepolisian harus professional dalam menangani kasus ini.

Massa secara bergantian berorasi mengecam tindakan yang dianggap berlebihan oleh bupati, mereaksi sikap mahasiswa dengan menodongkan pistol.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Bima Kota telah melayangkan surat ke Polda NTB untuk pemeriksaan Bupati Bima, H Ferry Zulkarnain, terkait dugaan penodongan pistol. Pemeriksaan bupati harus mengantongi ijin dari Presiden RI.  (BE.16)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top