Peristiwa

Kawasan Pantai, Arena Menunggu Berbuka Puasa

Kota Bima, Bimakini.com.-

          Kepadatan kendaraan menuju kawasan pantai Ama Hami, Lawata, dan sekitarnya sejak dua hari terakhir terlihat. Ya, kawasan tersebut dijadikan tempat berkunjung untuk menunggu waktu berbuka puasa. Jika sebelumnya kawasan itu baru ramai pada malam harinya, namun Ramadan ini setelah shalat ashar sudah ramai dikunjungi masyarakat.

          Seperti yang diungkapkan Rahmad, kemarin. Katanya, jalan-jalan sore di kawasan itu untuk menunggu waktu berbuka puasa, apalagi kawasan itu sangat ramai. Kawasan pantai memang menjadi sasaran utama masyarakat menunggu waktu berbuka puasa. “Kami duduk di sini tidak terasa jam berbuka puasa hampiur tiba dengan aktivitas itu juga kami bisa menikmati ibadah puasa,” ujarnya, Sabtu (21/7) di Lawata.

          Diakuinya, masyarakat bisa menikmati keindahan dan suasana pantai, apalagi berada di kawasan itu bisa melepas kepenatan selama menjalani aktivitas yang membosankan. Rahmad juga mengaku kawasan itu saat ini bukan hanya dikunjungi oleh kalangan remaja saja, namun juga oleh kalangan yang sudah berkeluarga.

          Jika Rahmad mengungjungi kawasan pantai untuk menunggu jam berbuka puasa sambil menikmati keindahan laut, namun berbeda dengan Taufik, warga Kelurahan Mande. Dia mengaku sejak awal Ramadan mengaku telah mengunjungi pantai, namun bukan untuk menikmati, melainkan memancing.

Taufik mengaku bahwa kebiasaannya dari dulu menunggu jam berbuka puasa, selalu dihabiskannya untuk memancing.

          Dikatakannya aktivitas memancing selain bagian dari hobi, juga menunggu jam berbuka puasa sangat tidak terasa. Banyak rekan-rekannya juga menghabiskan waktu sore hari menunggu buka puasa untuk memancing. “Kami tidak terlalu mengharap kami dapat ikan tangkapan, tapi kami sangat menikmati memancing sehingga waktu untuk berbuka puasa sangat tidak terasa,” ungkapnya.

          Menanggapi aktivitas para remaja itu, Ketua MUI Kota Bima, Drs. HM. Taufikuddin Hamy, mengatakan sebaiknya waktu menunggu berbuka berbuka puasa dengan banyak berzikir dan membaca Quran. Dia tidak melarang orang berekspresi menunggu waktu berbuka puasa, namun menyarankan Ramadan tidak menyia-nyiakan waktu sedikit pun mencari pahala.

“Puasa adalah ladang pahala yang disediakan Allah untuk umat Islam, kenapa kita tidak memaksimalkannya,” ungkapnya. (BE.18)

 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top