Peristiwa

Masjid Babussalam Tanjung, Perlu Direhab

Kota Bima, Bimakini.com.-

Tiga hari terakhir, jamaah masjid Babussalam Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, sarat jamaah. Jamaahyang ikut shalat tarawih meluber hingga emperan masjid. Bahkan, saking banyaknya, jamaah tidak mampu ditampungmasjid setempat. Kondisi itu memrihatinkan,apalagi masjid yang dibangun sejak tahun 60-an itu pelum pernah direhab ulang.

Pantauan Bimeks, Minggu (22/7), jumlah jamaah yang kian bertambah,sudah tidak mampu ditampung masjid yang berukuran sekitar 12×15 meter itu. Bahkan, bagian selatan masjid itu dipenuhi jamaah shalat tTarawih.

Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babussalam Kelurahan Tanjung, Salahuddin, mengatakan, bangunan masjid itu sudah cukup tua.  Dibangun secara swadaya gotong-royong oleh masyarakat sekitar tahun 60-an dan memerlukan rehab total. Kendala dana masih menjadi masalahpantia untuk memulai rehab masjid itu. Proposal yang dikirim panitia pembangunan tahun 2011 lalu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bima,hingga kini belum ada realisasinya.

“Berjubelnya jamaah shalat Jumat dan shalat Tarawih, masjid ini layak untuk direhab total,” ujarnya di Kelurahan Tanjung, Senin (23/7).

Saat ini, kata dia, tabungan masjid dari hasil kotak amal dan bantuan lain sekitar Rp92 juta lebih, sedangkan yang dibutuhkan sekitar Rp300 juta hingga setengah miliar. Masjid itu,sangat stategis karena orang yang ke luar dari pelabuhan Bima akan melihat bangunan masjid sebagai pintu gerbang masuk Kota Bima. “Kita mulai didesak masyarakat untuk memulai rehab masjid itu. Namun, mereka juga menginginkan rehab itu dalam waktu singkat karena masih sulit mencari masjid lain sebagai alternatif,” katanya.

Tidak hanya itu, katanya, Ketua BKM Babussalam, Abdul Haris Nasution, selalu berkomunikasi dengan pengurus lain untuk rencana percepatan rehab masjid tersebut. “Kita minta kepada Pemkot Bima segera merealisasikan bantuan untuk rehab total masjid itu,” katanya.

Dia mengharapkan rehab masjid yang berdekatan dengan bangunan SMKN 1 ini dapat menampung jamaah, sehingga tidak ada lagi yang meluber shalat di emperan masjid. (BE.13)

 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top