Hukum & Kriminal

Pemuda Monta Tewas Dibacok Rekan Sekampung

Bima, Bimakini.com.-

Malang nian nasib Syafrudin Ahmadi (17), warga RT 13 Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Hidupnya berakhir tragis dengan luka parah pada sekujur tubuhnya. Diduga korban dibacok rekan sekampungnya, FI (21), warga RT 14 desa setempat. Kabar yang beredar, kasus itu  karena dendam lama.

Kejadian menghebohkan itu berlangsung Rabu (25/7) malam lalu, sekitar pukul 18.30 WITA. Korban mengalami luka bacok pada bagian pundak kiri, pundak kanan, kepala bagian kiri, dan bagian ulu hati.

Informasi yang dihimpun, korban yang mengalami luka bacok pada beberapa bagian tubuhnya, sempat dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun, karena kondisi lukanya parah, korban dirujuk ke RSUD Bima. Sayangnya, di tengah jalan,  korban menghembuskan nafas terakhir.

Kabar kematian korban, menyebar pada keluarganya. Pada malam itu, belasan keluarganya mencari oknum FI yang juga mahasiswa salahsatu PTS di Bima. Namun, upaya mereka nihil. Bahkan, hingga saat ini belum berhasil ditangkap oleh aparat Polsek Monta.

Menurut sumber di kantor Kecamatan Monta mengaku, berdasarkan informasi yang berkembang,  insiden berdarah itu diduga dipicu dendam lama. Sekitar tiga tahun lalu, antara korban dan pelaku pernah berselisih. “Dugaannya dendam lama, karena sekitar tiga tahun lalu, FI pernah ditusuk oleh Syafrudin,’’ ujar sumber itu.

Masih, kata sumber, pada malam korban diketahui meninggal, ada reaksi dari keluarganya, berusaha mencari oknum FI. Namun, tidak berhasil ditemukan.

Kapolsek Monta, IPTU Windi Cahyadi, SE, membenarkan kasus penganaiyaan yang menyebabkan Syafrudin meninggal dunia di tangan FI. ‘’Kasusnya sedang kita tangani. Pelaku (FI, Red) hingga saat ini masih dalam pengejaran,’’ katanya.

Windi  tidak mengetahui persis motif pembunuhan terhadap korban. Kabar yang didengarnya lantaran dendam lama. ‘’Soal motif pembunuhan ini akan terungkap, kalau pelakunya sudah kita tangkap. Harapan kita, pelakunya cepat tertangkap, sehingga bisa meredam reaksi dari keluarga korban,’’ harapnya. (BE.19)

 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top