Hukum & Kriminal

Pengakuan Tim Sukses Bambang soal “Utang” Kampanye

Dompu, Bimakini.com.  Kontroversi kuitansi senilai Rp250 juta yang dipersoalkan oleh mantan Bupati Dompu, H. Abubakar Ahmad, kepada H. Bambang, Bupati Dompu saat ini, kini memasuki babak baru. Tim sukses pemenangan Bambang pun bereaksi. Terutama ada pengakuan Wakil Bupati (Wabup) Dompu, H. Syamsudin, yang menampik kesepakatan 70:30 tentang biaya kampanye saat Pemilukada lalu.          

Tim sukses yang juga adalah keluarga Bambang,Nasar H. Abdulah, mereaksi pernyataan pasangan Bupati itu. “Siapa bilang kesepakatan itu tidak ada,” katanya di kediamanya Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Rabu(4/7).

Diceritakannya, kesepakatan 70:30 itu dibuat di rumah Syamsudin (Wabup sekarang). Saat kesepakatan dibuat, dihadiri masing-masing lima orang dari dua kubu,  termasuk dirinya. “Kita minta Syamsudin tidak berkelit-lah atas kesepakatan itu,” ujar Nasar.

Apakah kesepakatan itu dibuat ada “hitam di atas putih”? Nasar yang mengaku Bendahara tim sukses pasangan Bang-Syam saat Pemilukada lalu, mengaku, belum dibuat, karena dari pihak Syamsudin kala itu hingga saat inimengulurnya.

     Kendati begitu, ditegaskannya, kesepakatan 70:30 memang telah dilakukanBambang dan Syamsudin pada 9 Oktober 2010 lalu.

      Nasar yang saat itu didampingi Sekretaris Tim Sukses, Patuwai,SH, memertanyakan pernyataan Syamsudin yang mau mundur dari pencalonan sebagai Wabup,karena tidak memiliki uang. ”Tidak ada itu,bahkan Syamsudin tetap bersikeras tetapikut,”tandasnya.

    Diakuinya, setelah kesepakatan itu dibuat, Ompu Beko, sapaan akrab mantan Bupati Dompu, H. Abubakar, yang merupakan mertua Syamsudin, menghindar ke Jakarta, karena takut dimintaidana kampanye.

     Bahkan,saat itu setelah menerimauang senilai Rp250 juta dari Ompu Beko, sebagiannya yakni senilai Rp150 juta, dikembalikan lagi ke Ompu Bekountuk membayar PNI Marhaensebagai kendaraan politik saat itu.

Dia menduga, uang senilai Rp250 juta itu bukan uang pinjaman, tetapi merupakan biaya kampanye Pemilukada.

     Diakui Nasar, pernah dipanggil Bambang setelah setahun menjabat Bupati Dompu, seraya menunjukkan surat tagihan hutang Rp250 juta dari Ompu Beko. Saat itu, Bambang menyuruhnya menemui Syamsudin soal tagihan itu.

      Saat pertemuan dengan Syamsudin, lanjut Nasar, Syamsudin menjawab jika masalah uang itu akan diurus dengan mertuanya, Ompu Beko. Lalu dijanjikan akan menyicil biaya kampanye senilai Rp450 juta dari Rp1,5 miliar. “Kami sering menagihuang sebesar itu,tapi tidak pernah dikasihdengan alasan belum ada uang,”sambung Sekretaris Tim Sukses,Patuwai,SH.

Patuwai pun mengakui memang saat itu ada desakan untuk mengubah pasangan Cabup dan Cawabup, karena Syamsudin tidak memiliki uang. Hanya saja, tidak diubahkarena sudah telanjur berjalan,sehingga pasangan itu tetap di pertahankan.

    Sebenarnya, kata Nasar, ada keinginan untuk menengahi masalah itu. Tetapi, urung dilakukan karena Ompu Beko telanjur melapor ke Polres Dompu.

     Rupanya, laporang tertulis yang diisyaratkan pengacara Ompu Beko,Kisman Pangeran, SH, akan diserahkan Rabu (4/7), belum masuk ke Polres. “Mereka belum  datang, Pak,” ujar petugas di Polres Dompu. (BE.15)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top