Pemerintahan

Rencana Pembentukan Bima Timur terus Dievaluasi

Bima, Bimakini.com.-

Keinginan dan perjuangan warga pada enam Kecamatan untuk menyiapkan rencana pembentukan Bima Timur, kian menggebu. Bahkan, saat ini selalu mengevaluasi kinerja tim Komite yang dibentuk pada setiap kecamatan. Secara pribadi, Drs. HM. Najib, mengaku sudah memaparkan proposal rencana pemekaran Kabupaten Bima Timur kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono di Istana Negara, beberapa waktu lalu.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima ini, Presiden merespons positif rencana pemekaran itu, apalagi sudah lama dilakukan Komite yang dibentuk sejak tahun 90-an. Rencana itu dilakukan bukan karena ingin memisahkan diri dari Kabupaten Bima, tetapi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan dibangunnya kantor Bupati Bima di Kecamatan Woha, jelas semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan masyarakat saat mengurus sesuatu karena harus melewati Kota Bima,” ujarnya di DPRD Kabupaten Bima, Jumat (20/7).

Dia mengharapkan semua pihak tidak salah menilai perjuangan Komite untuk bekerja maksimal dalam percepatan rencana pemekaran itu.

Hal senada dikemukakan pemuda setempat, Hulla dan Nur Hasan. Rencana tersebut, diakuinya,  pernah direspons positif oleh Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain. Bahkan, saat ini lebih gencar lagi dilakukan oleh Komite Pembentukan Kabupaten Bima Timur yang dibentuk pada enam kecamatan yakni, Sape-Lambu, Wera-Ambalawi, dan Wawo-Langgudu. Atau diistilahkan dengan Salam Wirawadu.

“Untuk mengefektifkan kinerja Komite, kita menggelar rapat setiap minggu. Ini kita lakukan agar mudah mengetahui kendala dan sejauhmana ikhtiar untuk mewujudkan keinginan bersama itu,” ujarnya di kantor DPRD Kabupaten Bima, Jumat (20/7).

Menyusul terbentuknya Komite pada setiap Kecamatan, kata dia, akan efektif menjaring aspirasi masyarakat dan peluang untuk percepatan pemekaran itu akan terwujud. Peluang itu juga sesuai kehendak Undang-Undang (UU) Otonomi Daerah berkaitan dengan kedekatan pelayanan basyarakat.

“Bagaimana mungkin warga Sape-Lambu, Wera-Ambalawi harus berangkat ke Woha untuk mengurus segala sesuatu. Jadi cost-nya sangat tinggi yang harus disiapkan masyarakat baru bisa sampai ke ibukota Kabupaten Bima,” katanya.

Ikhtiar mendesak yang dilakukan saat ini, kata dia, mendapatkan rekomendasi dari Bupati Bima, meski dulu pernah mengapresiasi rencana itu. Bahkan, pernah diungkapkan dalam beberapa pertemuan mengenai rencana pemekaran itu. “Kita tidak menganggap gagal saat itu, tetapi hanya colling down. Maka kami sekarang dari generasi muda memperbaharui kembali Komite yang telah bekerja sebelumnya dengan lebih menyebar kepada pembentukan Komite Kecamatan agar bekerja lebih efektif lagi,” katanya.

Setelah terbentuk semua komite itu, katanya, akan dibentuk satu komite bersama yakni Komite Kabupaten Bima Bima Timur yang dibentuk berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat dari seluruh unsur komite. “Siapa layak dan terpilih sebagai Ketua Komite hal itu berdasarkan hasil pemilihan bersama yang dihadiri tujuh kecamatan. Karena Kecamatan Lambitu juga akan diperjuangkan untuk masuk Kabupaten Bima Timur,” katanya.

Tidak hanya itu, terangnya, saat ini telah dibuatkan baju kaos yang bertuliskan Komite Pembentukan Kabupaten Bima Timur dengan slogan Salam Wirawadu, pada bagian dada ada logo kecil satu ikatan rantai yang menggambarkan satu kesatuan. Di bagian tengah obor yang menyala sebagai pertanda semangat untuk pemekaran terus berkobar.

“Respons masyarakat saat ini luarbiasa, sampai beberapa hari lalu ada yang mengusulkan membuat pernyataan masyarakat. Kita berharap perjuangan ini bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya. (BE.13)

 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top