Peristiwa

Safari Haflah Quran Berlangsung Khidmat

Kota Bima, Bimakini.com.-  Kendati tanpa qari internasional, Ustadz H. Darwin Hasibuan, safari haflah Quran di Kecamatan Rasanae Timur berlangsung khidmat, Kamis (5/7) malam. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dikumandangkan qari nasional, Ustadz H. Ridwan Umar, Muhammad Farhan, Syamsuri Firdaus, dan Khairunnisah, memukau masyarakat.

Sebelumnya, panitia dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran qari internasional pada malam pembukaan haflah itu, lantaran kesalahan teknis jadwal penerbangan.

Ketua panitia Haflah, H. Ahmad, S.Ag, mengatakan kegiatan safari haflah Quran dirangkai kegiatan silaturahim Ustadz H. Darwin Hasibuan bersama Pemkot Bima dan seluruh masyarakat. Kegiatan yang dimotori Pemkot Bima bersama LPTQ, MUI, DMI, IPQAH, IPHI, dan FKPAI itumemiliki misi kemanusian dan kemaslahatan untuk mengajak masyarakat akan sadar zakat, wakaf, infak, sadakah, dan sadar mengaji. Momentum haflah, diharapkan menyadarkan umat Islam Kota Bima mengenai zakat, wakaf, infak, sodakoh, dan sadar mengaji dalam rangka mewujudkan Kota Bima yang religius.

       Kehadiran qari internasional, diharapkannya memotivasi masyarakat agar gemar mengaji, sehingga muncul qari dan qariah yang mampu bersaing pada level nasional dan internasional.

       Ahmad mengharapkan, masyarakat bisa terus-menerus mengikuti kegiatan safari haflah dalam rangka membangun umat yang religius.

       Wakil Wali (Wawali) Kota Bima, H. A. Rahman, SE, mengatakan, safari haflah sangat penting  untuk membangun karakter masyarakat yang berjiwa Qurani. Dia meminta maaf kepada masyarakat Kecamatan Rasanae Timur atas ketidakhadiran qari internasional. “Ini kesalahan yang bukan sengaja dilakukan, namun ini adalah musibah atas keterlambatan jadwal penerbangan pesawat yang ditumpangi qari internasional tersebut,” ujarnya.

       Dia mengimbau masyarakat mengikuti seluruh rangkaian safari haflah itu, dalam rangka mewujudkan mentalitas umat. Kehadiran qari internasional di Kota Bima diharapkan menjadi embrio munculnya  qari internasional berikutnya yang mengikuti jejak langkah Ustadz H. Abubakar Husain dan Ustadz Drs. H. Ramli Ahmad, M.AP. (BE.18)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top