Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Sumber Air Gua Ringi Ncanga Mengalir, Warga Oi Fo’o Lega

Kota Bima, Bimakini.com.-  Setelah lima hari “berjibaku” dengan terik dan medan berat penuh bebatuan, akhirnya tim teknis pengairan yang dikomando Wali Kota Bima, HM. Qurais, mampu mengairi sejumlah lahan pertanian di lingkungan Mada Masa Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasanae Timur. Mataair bawah tanah sedalam puluhan meter di Gua Ringi Ncanga lingkungan setempat, Minggu (8/7), sudah bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan sekitar dan keperluan lainnya petani.

Wajah sumringah terpancar dari dari warga sekitar. Mereka mengaku senang dan lega, karena air yang sangat dibutuhkan untuk pertanian dan peternakan bisa diangkat dari sumber mataair Gua Ringi Ncanga. Selama ini, mereka sangat kesulitan terhadap kebutuhan vital itu untuk usaha tani.

Bahkan, mereka mengaku, untuk mengairi tanaman padi, kedelai, kacang panjang, maupun tanaman buah dan sayur-sayuran lainnya  dan memberi minum ternak sapi, harus memikul naik-turun gunung dengan jarak yang relatif jauh. “Kini kami tinggal siap bercocok tanaman tiga kali setahun, karena airnya sudah ada,” ujar H. Jamaludin, petani dan peternak sapi warga Oi Fo’o, kemarin di lokasi.

    Diakuinya, kesulitan yang dialami dalam bercocok tanam dan beternak selama ini, adalah masalah air. Selama ini, petani setempat menanam padi, kedelai, dan sayur-sayuran hanya sekali dalam setahun. Untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, mengandalkan air hujan. Sesekali menguras tenaga, memikul air dari sumbernya yang berlokasi di balik gunung degan jarak reltif jauh dan medan naik-turun.

        Untuk kebutuhan minum ternak sapi pun, lanjut Jamaludin, sama seperti itu. Harus menyiapkan tenaga ekstra untuk membimbing sapi ke tempat air di balik gunung. “Kalau sudah kondisinya seperti ini, air sudah ada, kita tidak perlu repot lagi membimbing sapi untuk pergi minum di balik gunung. Kita lepas dan tinggal dikontrol saja,” sambung warga lainnya, A. Wahab.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

   Dikatakannya, lahan pertanian wilayah setempat, sangat produktif. Hanya saja, usaha tani warga tidak maksimal, karena kesulitan air. Selama berusaha tani, hasil panen agak maksimal terhadap komoditi padi, kedelai, dan sayur-sayuran, dicapai ketika musim hujan. Musim kemarau seperti saat ini, kebanyakan petani “gigit jari”. Tanaman yang diusahakan hanya sebatas tanaman adaptif, seperti jagung, ubi, dan lainnya. “Itupun hasil panennya tidak seberapa karena kendala air,” terang Wahab.

    Diperkirakannya, ke depan petani dan peternak setempat, akan sejahtera jika kondisinya seperti sekarang. Mereka bisa berusaha lebih dari biasanya, yakni menanam dua hingga tiga kali setahun dengan sistem tanam lebih dari satu jenis. Bagi ternak, juga memberi manfaat pada kualitasnya. “Kami berterimakasih pada pemerintah, karena sudah mengadakan sumber air untuk tanaman dan ternak kami,” sambung H. Arsyad, warga petani lainnya.

     Camat Rasanae Timur, H. Fahrudin, S.Sos, mengaku, kegiatan pertanian di wilayah setempat, sekali dalam setahun. Petani hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan dan tanamannya. Panennya pun tidak menentu, karena pengaruh cuaca yang tidak tentu.

    Dikatakannya, luas lahan pertanian di wilayah itu, sekitar 500 hektare (Ha). Jika sumber air yang disediakan ini bisa mengairi seluruh lahan itu, maka luar biasa hasilnya bagi warga dan petani. “Air yang sudah ada ini, setidaknya telah mengatasi kekeringan yang meresahkan warga dan petani selama ini,” tandasnya.

     Menarik air ke atas tanah dari dalam Gua Ringi Ncanga dipasang pipa berukuran empat meter sekitar 60 batang. Dibantu tenaga mesin sub-narsible (pompa benam) berkapasitas 1,5 liter/detik dengan ketinggin 70 meter. “Idealnya, untuk mengairi semua lahan ini dibutuhkan mesin yang sesuai. Yaitu, sub-narsible dengan head sekitar 125 meter. Mampu menarik tiga hingga lima liter per detik,” terang Perencanaan Teknik PDAM Bima, Taufikudin. (BE.19)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin ...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Warga RT 01 Dusun Pali Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Selasa siang, mendadak heboh.  Ibu rumah- tangga desa setempat, Aisyah, diberi...

Hukum & Kriminal

Monta, Bimakini.com.- Bentrok antara kelompok warga kembali terjadi di Kabupaten Bima.  Kali ini melibatkan kelompok warga Desa Tolouwi dan Desa Sondo Kecamatan Monta, Sabtu...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Warga Desa Cenggu Kecamatan Belo, Kamis (12/11/2015) lalu sekitar pukul 12.00 WITA heboh. Warga setempat, M (65), diduga  terlibat dalam kasus asusila....