Hukum & Kriminal

Berawal dari Persiapan Peralatan Orgen

Kota Bima, Bimakini.com.- Menurut keterangan sejumlah warga setempat, bentrokan antara dua kelompok pemuda yang bertetangga dekat tersebut,berawal dari acara orgen tunggal. Acara orgen itu, dimainkan oleh pemiliknya di lingkungan Sumbawa.

Alasan pemilik orgen, sedang mencoba peralatannya untuk persiapan manggung pada suatu daerah. “Tapi, masak tes alat sampai berjam-jam dan sama seperti manggung,” ujar warga setempat, Din.

Mendengar suara orgen lengkap dengan penyanyinya, praktis mengundang warga pemuda untuk menyaksikannya. Mereka pun menikmati acara orgen dan berjoget ria hingga terjadi senggolan.

Karena saling senggol saat joget, pemuda-pemuda itusaling kejar hingga ke lingkungan Tanjung. Selang beberapa saat, muncul insiden berikutnya. Dua warga lingkungan Tanjung (kakak-beradik), Bambang dan Boby, diduga dikeroyok sekelompok pemudadari lingkungan Sumbawa. Korban Bambang dan Boby mengalami luka sobek pada bagian pelipis kanan. 

          Insiden itu, memicu reaksi dari warga lingkungan Tanjung. Bentrokan pun tidak terhindarkan. Mereka saling serang dan saling melempar dengan batu.Akses jalan Nener saat itu, ramai oleh hujan batu dan teriakan saling serang dua kelompok pemuda yang bertikai tersebut.

          Belum usai kasus dugaan pengeroyokan korban Bambang dan Boby, muncul lagi kasus pembacokan korban Ibrahim, warga lingkungan Tanjung . Belum diketahui siapa pelakunya. Aksi saling kejar dan saling lempar antardua mereka berlangsung hingga beberapa jam lamanya.

‘’Bambang dan Boby tidak tahu sama sekali dengan masalahini. Mereka tiba-tiba dikeroyok oleh sekelompok pemuda dari lingkungan Sumbawa,’’ ujar keluarga korban, M. Saleh.

          Insiden itu memantik perhatian sejumlah pihak. Untuk meredam emosi dua kelompok yang bentrok, tokoh masyarakat dari dua lingkungan mengimbau melalui masjid, agar mereka mengakhiri bentrok. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan yang menghadirkan perwakilan dari dua kelompok warga, di rumah seorang warga.

          Pertemuan itu dihadiri oleh Kapolsek Rasanae Barat, AKP Nurdin, Danramil, Kapten (Inf)Ulin Samad, dan Camat RasanaeBarat, Nurjanah, S.Sos. Disepakati, dua pihak mengakiri saling serang, tidak lagi saling lempar. Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan Jum’at pagi di kantor Polsek Rasanae Barat.

         Jum’at  sekitar pukul 09.00 Wita, dua perwakilan warga dari lingkungan Sumbawa dan Tanjung, termasuk sejumlah korban yang mengalami luka-luka dipertemukan. Hasilnya dua pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan persoalan itu secara hukum.

          Kapolsek RasanaBarat, AKP Nurdin,mengaku, dari pertemuan itu telah dicapai kesepakatan,yaknidua pihak sepakatberdamai.Kesepekatakan itu, tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani dua-belah pihak. “Persoalannya sudah diselesaikan. Kedua-belah pihak sudah berdamai,” terangnya.

          Mengenai penanganan terhadap korban luka-lukaakibat bentrokan, mendapatkan pengobatan gratis hingga sembuh. Setelah didata, jumlah korban luka sebanyak 14 orang, termasuk dua anggota Polsek Rasanae Barat yang terkena lemparan batu saat melerai bentrokan. Data itu, akan diserahkan pada Kepala Puskesmas Plus Paruga, dr.Agus. 

“Para korban akan mendapat pelayanan medis di Puskesmas Paruga secara gratis sampai mereka sembuh,’’ terang tokoh masyarakat Kelurahan Tanjung, Muhammad Hasyim,S.Sos, SH, M.Ec.Dev.

      Mengenai sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan, akan dilakukan pendataan oleh aparat Kelurahan setempat. Setelah itu, akan disampaikan ke Pemkot Bima. “Mudah-mudahan ada kebijakan dari Pemkot untuk membantu mereka,” ujar Camat RasanaeBarat, Nurjanah, S.Sos. (BE.19)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top