Dari Redaksi

Bersihkan Harta!

Kewajiban umat Islam yang mampu pada akhir Ramadan adalah membayar zakat, fitrah dan maal. Seminggu terakhir, panitia pada berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bima memantapkan persiapan untuk mengumpulkannya. Bahkan, sudah ada yang menyerahkannya kepada mereka yang berhak menerimanya (mustahiq).

Aspek yang perlu diingatkan adalah vitalnya  zakat dalam pesan Islam. Dalam sejumlah ayat Al-Quran, perintah kewajiban shalat kerap beriringan dengan perintah membayar zakat dan sedekah. Ini berarti bahwa amal kebaikan seseorang yang menuntunnya ke jalan Ilahi, tidak hanya shalat saja. Ia hanyalah satu diantara sekian amal shalih lainnya. Meskipun, terang-benderang dinyatakan bahwa sisi shalat merupakan ibadah khusus yang pertamakali dihisab.      

Semua amal dan ibadah Ramadan yang selama ini digairahkan oleh umat Islam adalah ekspresi ‘ibadah ritual’ atau aspek kesalehan pribadi melalui zakat dan sedekah. Dalam bahasa lainnya, kesalehan pribadi mesti dilanjutkan dengan kesalehan sosial agar kehadiran Muslim bermakna.

     Membayar zakat juga merupakan ibadah yang menyucikan harta seseorang. Dalam  konsep Islam, dalam harta seseorang ada sebagian hak orang lain (kaum miskin) yang perlu ditunaikan. Mereka yang enggan membayarnya diingatkan oleh agama. Sahabat Abubakar As-Sidik—pria kalem nan lemah-lembut itu—menampakkan ekspresi ketegasannya terhadap mereka yang enggan membayar zakat dengan hunusan pedang.    

Pengaruh zakat dalam kehidupan  sosial sangat penting. Potensinya di Indonesia, misalnya, bisa menjadi satu kekuatan  untuk memberdayakan umat. Ada yang mengimpikan, jika zakat bisa dimaksimalkan pengumpulan dan pengelolaannya, maka akan banyak hal yang bisa dilakukan.  Gambaran paling mudah adalah ibarat melempar batu ke tengah telaga bening. Dimulai dari satu titik, kemudian menyebar dan membesar hingga membentuk lingkaran yang lebih luas.

Nah, jangan sampai harta umat Islam masih menyimpan ‘daki berkarat’ yang tidak sempat tersucikan hanya karena kecongkakkan hati menerabas syariat. (*)        

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top