Politik

Figur Cawali harus punya Tiga Kriteria

Kota Bima, Bimakini.com.-  Ini pandangan pengamat politik Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP)Mbojo Bima, Drs. Arif Sukirman, MH, mengenai figur Calon Wali (Cawali) Kota Bima. Menurutnya, figur yang tepat dipilih masyarakat dan layak memimpin Kota Bima, harus memiliki tiga kriteria khusus. Selain syarat umum kapasitas, juga harus memiliki  integritas.

Tiga kriteria itu, katanya,yakni kepekaan sosial terutama terhadap kepentingan rakyat, memiliki konsep yang jelas mengenai bidang fisik dan nonfisik. Selain itu,memiliki kestabilan emosi dalam konsep luas.

Dikatakannya, kriteria tersebut diperlukan untuk mewujudkan clean governance. “Mau dibawa ke mana Kota Bima ini, maka konsep figur calon pemimpin itu harus jelas,” katanya di kampus STISIP Mbojo Bima, pekan lalu.

Berdasarkan pengamatannya, secara umum figur yang mengisyaratkan maju saat ini masih malu-malu dan memertibangkan beberapa aspek. Seperti kebutuhan cost politik dan akibat dari output politik saat Pemilukada nanti.

Namun, secara umum, belum ada figur yang memiliki kekuatan dan daya pikat menonjol. “Kalau figur-figur yang tampak bergerilya sekarang ini, menurut saya belum ada figur punya nilai plus,” katanya.

      Menurutnya, figur yang melalui jalur independen lebih baik jika dibandingkan melalui proses atau mekanisme partai politik (Parpol). Karena figur yang melalui jalur tidak terikat, selain itu bisa dipastikan lebih memahami konstituen atau pemilih, sedangkan jika figur dari Parpol memiliki potensi mengutamakan partai dari pada aspirasi rakyat.

“Kita lihat saja sekarang di mana-mana lebih dominan lambang dan simbol partai, baik cat taman, kantor kelurahan dan sebagainya. Itu menggambarkan adanya pemilahan, padahal mestinya pemimpin tidak memilah-milah, menonjolkan artibut Parpol-nya pemimpin sekarang bukan pemimpin untuk kelompok atau partai tertentu, tapi memimpin seluruh rakyat,” katanya.

       Soal peluang, menurut  alumnus Universitas Mataram ini, semua figur memiliki kans yang sama. Demikian juga incumbent, sama saja dengan figur lain, tidak memiliki elektabilitas khusus. “Saya rasa semua memiliki kans yang sama. Cuma kalau untuk figur perempuan, pertanyaan sekarang, apakah masyarakat Kota sekarang siap dipimpin seorang perempuan, atau sebaliknya figur lain,” katanya.

     Arif mengamati, pemilih di Kota Bima saat ini, rata-rata sudah cerdas dapat memilah dan menilai figur yang tepat, kendati potensi politik uang (money politics) terbuka lebar. “Rakyat tetap harus memillih pemimpin yang tepat, jangan sampai karena uang lantas menanggung kesengsaraan lima tahu ke depan. Tapi,saya amati masyarakat Kota sekarang sudah pintar. Saat ini rakyat diuntungkan dengan Pemilukada, karena mendapat makanan gratis, pengobatan gratis dan sebagainya,” katanya. (BE.17)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top