Pemerintahan

Gubernur Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Kota Bima

Kota Bima, Bimakini.com.- Sejumlah bantuan untuk masyarakat Kota Bima diserahkan Gubernur Provinsi NTB, Dr. HM. Zainul Madji, Selasa (7/8) malam di masjid At-Taqwa Kelurahan Paruga. Bantuan tersebut diterima Wali Kota Bima, HM. Qurais.

Jenisnya antara lain bantuan Sosial (Bansos) senilai Rp500 juta, bantuan dana bergulir Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk pelaku usaha menengah kebawah sebesar Rp30 juta, bantuan untuk masjid Al-Hidayah sebesar Rp10 juta, dan bantuan kesejahteraan untuk marbot masjid se-Kota Bima masing-masing sebesar Rp1 juta.  Jumlah marbot berdasarkan jumlah masjid di Kota Bima sebanyak 106 unit, hasil pendataan tahun lalu.

Dia mengatakan bantuan itu tidak memiliki nilai dibandingkan kebutuhan dan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Namun,  dia tidak menginginkan masyarakat melihatnya dari sisi nilai, melainkan penghargaan Pemprov kepada masyarakat. Bantuan semestinya tidak hanya datang dari Pemprov saja, namun juga bisa datang dari berbagai sumber. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat Kota Bima menjaga kondusivitas daerah, karena perkembangan keamanan daerah akan selalu dipantau dan dinilai baik oleh Pemerintah Pusat maupun donator lainnya.

          Seperti bantuan dana bergulir, dia meminta kepada pengusaha menengah ke bawah agar  bisa memanfaatkan sebagai tambahan modal atau untuk memulai usaha. Dia menyadari bahwa nilai bantuan tidak seperti yang diharapkan masyarakat. “Kalau kita ikhlas menerima dan berusaha sambil berdoa melaksanakan usaha dengan modal kecil, saya yakin Insya Allah ke depan usaha tersebut pasti maju dan memberikan hasil yang bermanfaat,” ujarnya.

          Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kota/Kabupaten selalu memerhatikan Bansos untuk masyarakat sebagai bentuk perhatian dan penguaatan ekonomi. Namun, dia mengingatkan bahwa bantuan itu harus semaksimal mungkin dipergunakan untuk memajukan kehidupan, bukan untuk kepentingan yang tidak bermanfaat.

Katanya, banyak masyarakat yang diberikan Bansos untuk pengembangan usaha, malah menggunakan untuk kepentingan lain, seperti membeli pakaian dan lainnya. Tindakan itu jangan dicontohi karena akibatnya bukan orang lain yang merasakan, melainkan penerima bantuan.

          Diingatkannya, bantuan diberikan wajib dipergunakan seamanah mungkin sebab pertanggung jawabannya bukan hanya di dunia, namun juga akhirat. Dia mengharapkan agar bantuan itu bisa bermanfaat dan bisa memberikan keseahteraan bagi masyarakat. (BE.18)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top