Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa MAN 2 Gotong-Royong

Kota Bima, Bimakini.com.- Hari pertama masuk sekolah, Jumat (24/8), ratusan siswa Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima bergotong-royong membersihkan seluruh halaman maupun ruangan sekolah. Mereka terlihat antusias dan memanfaatkan momentum itu untuk bersilaturahmi. 

Kepala MAN 2 Kota Bima, Drs. H. Syahruddin, menjelaskan sengaja masuk lebih awal agar bisa  bergotong-royong, karena selama masa liburan ruangan kelas banyak dihinggapi debu maupun sampah di halaman. Seluruh siswa secara bersama melakukan pembersihan kelas masing-masing, bahkan ada beberapa kelas yang mereka cuci dengan air termasuk membersihkan meja dan kursi yang sudah ditumpuki debu.

Katanya, siswa juga membersihkan halaman dan menata kembali taman, seperti mengecatnya. “Di sini masing-masing kelas memiliki masing-masing taman yang harus mereka urus, jadi mereka memiliki kewajiban untuk mengatur dan menata keindahan taman mereka, sebab setiap tahun akan dinilai, bagi kelas yang memiliki taman yang indah kami berikan hadiah sebagai motivasi,” ujarnya

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dikatakannya sebelum kegiatan gotong-royong, sekolah menggelar kegiatan pembinaan Imtaq yang dirangkai prosesi halalbihalal antara guru, pegamai, dan siswa. Hal itu dilakukan karena masih dalam suasana Idul Fitri. “Sebelum kami gotong-royong tadi kami melakukan halalbihalal usai pembinaan Imtaq, mumpung masih dalam suasana Lebaran,” ungkapnya di MAN 2.

Dikatakannya bahwa jadwal masuk sekolah sebenarnya Senin (27/8), namun MAN 2 memilih lebih awal. Senin depan siswa tidak lagi direpotkan dengan berbagai kegiatan gotong-royong dan halalbihalal, namun lebih fokus pada pelajaran. Langkah itu sangat tepat untuk mengejar ketinggalan materi belajar selama liburan dan siswa sudah siap untuk menyiapkan diri.

          Diakuinya, tingkat kehadiran siswa dan guru hampir 80 persen siswa hadir, bahkan guru. Guru dan siswa yang tidak hadir akan diselidiki. Jika sengaja tidak masuk,  mereka akan diberikan sanksi tegas. Namun, saat ini kemungkinan masih ada guru maupun siswa yang belum kembali dari luar daerah, seperti Mataram maupun daerah Jawa.

“Kita juga bisa memberikan toleransi terhadap guru maupun siswa yang masih diluar daerah dengan batas waktu tertentu, jika Senin mereka tidak masuk terpaksa menerima sanksi,” ujarnya. (BE.18)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

 Oleh: Eka Ilham., M.Si *) KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan melalui Puspendik sejak Tahun Pelajaran 2014/2015 melakukan terobosan baru yakni pemanfaatan komputer dalam pelaksanaan Ujian...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.- Aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di MTsN I Kota Bima atau lebih dikenal MTs Padolo masih lumpuh. Sejumlah guru dibantu belasan...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mengunjungi Kota Bima untuk meninjau sekolah terdampak banjir serta menyerahkan bantuan. Dampak...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 mendatang akan ditinjau. Pasalnya, banyak sarana komputer yang akan digunakan UNKB rusak terendam banjir....

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.- Berdasarkan data sementara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, ada 38 dari 120 sekolah yang rusak. Baik SD, SMO,...