Hukum & Kriminal

Kasus Pick Up Pengangkut Bensin Meledak Masih Diselidiki Polisi

Bima, Bimakini.com.-Kendaraan pick up yang mengangkut delapan drum bensin, terbakar di perempatan jalan Desa Talabiu Kecamatan WohaKabupaten Bima, Senin (13/8) sekitar pukul 10.50 WITA, masih dalam penyelidikan kepolisian. Sebanyak 12 orang mengalami luka bakar dan dirawatke Puskesmas Woha. Diduga, peristiwa itu karena drum berisi bensin meledak.

Korban yang diidentifikasi adalah Sahrif, warga Desa Talabiu, Bahrudin (Nata), Samadin (Talabiu), Sagin (Tente), Tamrin (Talabiu), Agus (Talabiu), Jainudin (Talabiu), M. Said (Talabiu), Jainudin Ismail (Talabiu), Zaharudin (Padolo), Ilham (Godo) dan M. Amin Usman (Talabiu).

Korban yang terluka semuanya adalah warga setempat yang tadinya berusaha membantu memadamkan api. Belum diketahui jelas pemicu ledakan drum itu.

Informasi yang dihimpun Bimakini.com dari warga setempat diduga karena ada yang melempar puntung rokok ke atas drum pick up yang diduga hendak menuju ke Bolo.

Namun, informasi lain juga menyebutkan api bermula dari dalam kendaraan dan menyambar sejumlah delapan drum bensin yang diangkut.

Informasi yang diperoleh, BBM tersebut milik H. Abubakar, warga Kampung Sigi Desa Rato Kecamatan Bolo. Belum diketahui siapa supir kendaraan tersebut.

Api berkobar hebat dalam sesaat menyambar bensin di dalam drum. Saat itu warga di sekitar lokasi berusaha memadamkan api menggunakan air seadanya dan pasir. Namun, api yang menyala justru semakin beringas dan mmemadamkan dan membakar mobil pengangkut itu.

Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 11.30 WITAsetelah tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi,dibantu satu kendaraan Water Canon. Mereka dibawa ke Puskesmas Woha dan sebagian besar lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Bima.

Korbankebakaran, Abubakar,mengaku tidak mengetahuipersis pemicu meledaknya drum berisi bensin itu, saat itu hanya mendengar bunyi ledakan sekitar 5 hingga 6 kali dan langsung membantu memadamkan. Bersama beberapa warga lainnya menyiram api dengan pasir,tetapi hanya mampu mengurangi kobarannya saja.

Sekitar satu meter dari pusat api,ceritanya, kobaran api kembali menyala hebat dan menyambarnya, demikian juga warga lain yang ikut membantu. Akibatnya, dia ikut terluka pada tangan dan kaki karena sempat terjatuh dan disambar api.

“Saya tidak tahu apa penyebab kebakaran, saat itu melihat api semakin membesar saya dan warga lain langsung ikut membantu memadamkan dengan pasir,” cerita warga Talabiu ini di Puskesmas Woha.

Korban lainnya, M. Amin,juga mengaku langsung melihat percikan api muncul di atas drum sehingga berteriak agar supir segera keluar dari kendaraannya. Setelah itu tiba-tiba drum meledak,sehingga api menyala hebat membakar mobil. Warga pun bergerak untuk membantu memadamkan sebisanya untuk menghindari semua drum tidak meledak.

Kepala Puskemas Woha, Dr. H. Ganis KP, mengatakan sebanyak 12 warga yang terluka sempat mendapat perawatan. Sebagian besar terluka bakar pada bagian tubuh, tangan, kaki bahkan ada satu orang yang terkena muka. Sepuluh orang dirujuk ke RSUD Bima setelah mendapat pertolongan pertama untuk mengurangi rasa perih.

Pihak Kepolisian melalui Kepala SatuanReserse KriminalBima Kabupaten, IPTU Akhyar,yang dihubungi mengaku masih menyelidiki kasus itu. Di lokasi juga terlihat petugas sedang mengolah tempat kejadian perkara. (BE.20/BE.16)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top