Pemerintahan

Pemkot Bima Antisipasi Perayaan Idul Fitri Dua Kali

Kota Bima, Bimakini.com.- Perayaan Idul Fitri seringkali terjadi dua kali, karena perbedaan pemahaman dan keyakinan dalam menentukan awal Syawal. Meski belum bisa dipastikan, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mengantisipasinya lebih awal. Caranya memberikan pelayanan maksimal terhadap perayaan itu, kalaupun berbeda.

Demikian diungkapkan Wali Kota Bima, HM. Qurais, saat rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral di aula kantor Pemkot Bima, Selasa (7/8). Rakor itu dalam rangka kesiapan operasi Ketupat Gatarin 2012 yang dihelat Polres Bima Kota.

Dikatakannya, perayaan dua kali hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah tahun ini, bukan tidak mungkin terjadi lagi, karena melihat awal pelaksanaan puasa yang dimulai dengan perbedaan. Untuk itu, agar tidak ada keluhan dari umat Islam yang lebih awal merayakan atau berbeda dengan pemerintah, semuanya akan diperlakukan sama.

Hal lain yang dikemukakannya adalah persoalan peredaran minuman keras (Miras) yang semakin marak. Dia menilai dampak konsumsi Miras sangat banyak dan tidak sebanding dengan keuntungan yang diraup segilintir orang yang menjualnya.

“Meniadakan Miras menjadi nol memang hal yang sulit. Tetapi, hal itu bukan tidak mungkin dilakukan, saat ini minimal peredarannya mampu ditekan dan diminimalisasi,” harapnya di aula Mapolres Bima Kota.

Dia menyoroti penyakit sosial lain seperti perjudian toto gelap (Togel) dan sabung ayam masih didengarnya di tengah masyarakat. Selain itu, perkelahian dan keributan akibat hiburan malam orgen seringkali terjadi dan meresahkan masyarakat. Untuk itu, dia meminta pihak Kepolisian dan Pemerintah Kelurahan selektif memberikan izin penyelenggaraannya.

Komandan Kodim 1608 Bima, Letnan Kolonel (Infanteri), Tommy Fery mendukung langkah Pemkot Bima, terutama dalam mencegah perkelahian dan keributan saat hiburan malam. Dia menyarankan perizinan hiburan malam itu bila perlu ditiadakan, karena banyak menimbulkan dampak negatif.

Hal lain juga disampaikannya adalah pendistribusian zakat saat Ramadhan, harus lebih diperhatikan agar tidak menimbulkan protes karena seringkali tidak tepat, salah sasaran dan mekanisme yang tidak bagus. Qurais mengharapkan koordinasi dalam setiap hal terkait, terutama peningkatan pengamanan antara TNI, Polri, dan Pemkot Bima.

Saat Rakor itu, Polres Bima Kota diwakili Kabag Ops, Kompol M. Nasution,SH. Selain anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, ikut hadir Ketua MUI Kota Bima, Jasa Raharja, dan dan instansi lainnya. (BE.20)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top