Pemerintahan

Pemkot Bima dan Pemprov NTB akan Tuntaskan Jalan Melayu-Kolo

Kota Bima, Bimakini.com.-   Jalan Melayu-Kolo kini tersisa 800 meter yang belum di-hotmix. Sisanya itu akan diselesaikan melalui kebersamaan dengan Pemerintah Provinsi NTB.  Hal itu diungkapkan Wali Kota Bima, HM. Qurais, saat Safari Ramadan bersama pejabat Pemprov NTB di Masjid Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima, Selasa (31/7) malam.

“Insya Allah Pemkot Bima dan masyarakat Kolo akan menyelesaikannya pada tahun ini. Seperti yang dikatakan Pak Wagub,” ujarnya.

Menurutnya, masih ada sedikit hal yang belum diselesaikan dengan Pemkab Bima, yakni soal batas wilayah di Kolo dan Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Dia meminta Wagub NTB turut membantu mengomunikasikan dan menggordinasikan dengan pemerintah “tetengga” tersebut.

Wali Kota menyampaikan jumlah masyarakat Kolo sekitar 4.100 jiwa dan menekuni  kegiatan ekspor-impor. Mengekspor ikan dan mengimpor barang lain, cara yang ditempuh sekarang lebih baik dari sebelumnya.

      Dia menyampaikan harapan masyarakat Kolo agar bisa mengatasi kendala yang dihadapi saat ini, setiap musim Barat pantai di Kolo  selalu dihantam gelombang. “Kiranya dengan perpanjangan lidah Wagub, bisa merealisasikan harapan masyarakat Kolo,” harapnya.

      Wagub NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, mengaku aspirasi masyarakat Kolo tentang perbaikan jalan telah sampai ke Pemprov NTB. Aspirasi itu disampaikan anggota DPRD dan Wali Kota Bima. “Itu sudah kita terima. Tidak ada kata menampung lagi, karena kita menindaklanjutinya,” ujar Wagub.

     Bahkan, Wagub menyampaikan kecerdasan Wali Kota yang telah mampu merealisasikan perbaikan jalan dengan menemui donatur lainnya. Yaitu Direktur PLN untuk membenahi jalan  itu.

     Menurutnya, dalam pembangunan itu, sarana bukan menjadi tujuan. Tujuannya seperti dalam berpuasa. Dalam hal bernegara yakni menuju kesejahteraan masyarakat. “Nah, tugas kita adalah bagaimana mencapai tujuan itu,” tandasnya.

    Untuk mencapai tujuan, katanya, ada persyaratannya, daerah harus dalam keadaan aman dan kondusif. Jika tidak aman dan kondusif, maka tujuan tiak tercapai. Kondisi aman dan kondusif, mahal harganya, sehingga harus diupayakan maksimal untuk mewujudkannya.

     Dia mengapresiasi suasana Kota Bima. Seperti di Ama Hami, suasananya indah dan tenang. Dalam puasa, tidak ada bunyi petasan, “Saya salut kondisi seperti Kota Bima ini,” ujar Wagub.

     Wagub mengapresiasi masyarakat Kota Bima, khususnya Kelurahan Kolo yang mampu menwujudkan situasi aman dan kondusif.  “Saya dan Pak Gubernur akan berkomitmen memenuhi harapan masyarakat selama itu riil dan sungguh-sungguh terbuka,” katanya.

    Diisyaratkannya, tahun depan, jalan di Melayu juga akan diselesaikan. Selain itu, pelabuhan Bima juga akan diupayakan realisasinya, karena merupakan pintu ekspor-impor. Upaya-upaya seperti ini mengarah pada kesejahteraan masyarakat.

    Diingatkannya, keberhasilan yang baik adalah bentuk kebersamaan semuanya. Kebersamaan masyarakat, Pemerintah Daerah, Provinsi, dan Pemerintah Pusat. “Saya mohon doa-restu seluruh masyarakat Kota Bima, agar apa yang sama-sama kita rencanakan dapat dicapa dengan baik. Mudah-mudahan Kota Bima selalu dalam keadaan kondusif,” katanya.

     Wagub juga menyampaikan ada rencana besar yang bakal direallisasikan di Kota Bima, yaitu pembangunan sarana olahraga atletik di Manggemaci. Kota Bima dijadikan basis pencarian atlet-atlet atletik nasional. “Saya sudah bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga. Di Kota Bima akan dijadikan sentral atletik untuk mencari bibit atlet nasional,” terangnya.

     Safari Ramadan Pemprov NTB itu dirangkai penyerahan bantuan masjid Babul Hikmah Kelurahan Kolo senilai Rp10 juta. Kemudian, bantuan pembangunan GOR Kota Biima senilai Rp5 Miliar yang diserahkan Wagub kepada Wali Kota Bima.

     Selain itu bantuan uang untuk warga Kolo Rp35 juta, bantuan program Bumi Sejuta Sapi Rp73 juta, bantuan dana bergulir Rp550 juta, dan peralatan penangkapan ikan. (BE.19)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top