Kota Bima, Bimakini.com.- Saat ini wujud kemaksaiatan kian beragam wujudnya, meskipun kedurhakaan manusia pada perintah Allah telah terjadi pada ummat sebelumnya. Salah satu wujud kemaksiatan yang terpampang di negeri dan Dana Mbojo adalah politik busuk dan korupsi. Hal itu dikatakan Ustadz Drs H A Latif MS, SPdI, saat menjadi khatib Idul Fitri di lapangan masjid Al Muhajirin BTN Panggi Kecamatan Mpunda, Minggu (20/8).
Dikatakannya, sesungguhnya telah banyak contoh kemakziatan yang dilakukan oleh ummat terdahulu dan diabadikan dalam Alquran. Mestinya itu menjadi pembelajaran bagi ummat saat ini. Namun kenyataannya perilaku kemungkaran tetap terjadi, meski dengan bentuk berbeda. “Banyak contoh dari ummat terhadulu yang melakukan kemungkaran dan mendapat azab dari Allah,” paparnya.
Untuk itu, kata dia, momentum idul fitri harus menjadi titik refleksi dalam merenungi kepetuhan pada perintah Allah. Salah satunya dengan menyukuri nikmat yang telah diberikan dan menaati perintah-Nya. ”Mari kita jadikan Ramadan sebagai sekolah sesungguhnya, untuk mendidik jiwa manusia yang sarat kemuliaan,” ajaknya.
Jiwa kemuliaan itu, kata dia, dapa ditunjukkan melalui peran masing-masing, seperti halnya pedagang harus jujur dalam berniaga. Tidak merugikan pihak lain dalam meraup keuntungan. Demikian juga anggota dewan harus menjadi politisi yang amanah, tidak mengkhianati rakyat. “Penegak hukum, janganlah bermain mata. Bagi pendidik, maka jadilah tanaga pendidik yang jujur. Demikian juga dengan PNS agar amanah,” ujarnya.
Latif juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi generasi di Bima, yang dinilai moralitasnya mulai merosot. “Mari kita juga merenungi nasib generasi saat ini yang kian terkikis moralnya. Akankah kita meninggalkan generasi yang akan menghancurkan negeri ini,” ungkapnya.
Sorotan lain yang juga diungkapkannya adalah mengenai peredaran miras dan perjudian di Bima kian memerihatinkan. Mengajak kepada semua masyarakat untuk bersama-sama memeranginya. (BE.16)
Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.
