Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Adnan: Kebakaran Hokky Mart tidak akan Meluas jika…

Kota Bima, Bimakini.com.- Petugas pemadam kebakaran memaksimalkan upaya untuk mengatasi api yang melahap minimarket Hokky Mart, Rabu malam lalu. Namun, koordinator  regu pemadam kebakaran Kota Bima, Adnan Abdullah,  mengaku, kejadian  itu sebenarnya tidak akan meluas. Hal  itu karena regu pemadam tiba di lokasi beberapa menit setelah menerima laporan  dan  mengerahkan seluruh mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.

Hanya saja, saat tiba di lokasi kebakaran belum membesar dan yang baru terlihat asap saja dari dua titik minimarket tersebut. “Kita datang cepat dan baru terlihat asap saja dari dalam toko,” ujarnya di Dinas Tatakota dan Pertamanan Kota Bima, Kamis (20/9).   
     Katanya, jika saja saat itu pemilik toko memberikan kesempatan pada regu pemadam kebakaran menuju asal titik api di lantai dua dan tiga, maka api akan segera bisa dipadamkan. “Kalau saja pemilik toko segera membuka pintu bagi kita  untuk masuk menuju titik api maka kebakaran tidak akan membesar,” ujarnya.
Saat itu, pihaknya hanya menyemprot bangunan di sekitar toko yang terbakar untuk melokalisasi kebakaran, sambil menunggu pintu dibuka. Namun, hingga sekitar dua jam, hingga api membesar pemilik toko tidak mau membuka pintu bagi pemadam. “Titik api jauh dari jangkauan pemadam karena berada pada ujung bangunan dan tidak ada akses masuk ke tempat tersebut,” ujarnya.
Dijelaskannya, petugas sudah berusaha lewat Timur di BNI Bima, namun tembok terlalu tinggi dan tidak ada celah untuk masuk ke lokasi  kebakaran. “Begitu juga dari sisi lain,” tambahnya
Api baru dapat dijinakkan sekitar puku 23.30 WITA, setelah sekitar enam mobil pemadam ditambah empat mobil tangki air berjuang menjinakkan api.
Kondisi lapangan pun menyebabkan regu pemadam kebakaran kesulitan menuju titik api adalah lamanya proses pemutusan aliran lsitrik. Untungnya, kebakaran berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke bangunan lain  di sekitarnya. Sekitar 52 tangki air dihabiskan malam itu untuk menjinakkan si jago merah.  “Hal yang kita segera  lakukan adalah menyemprot air ke bangunan sekitar toko yang terbakar  agar api  tidak merembet,” katanya. 
    Adnan mengaku menemukan keanehan dalam kebakaran tersebut. Mulai dari letak dua titik api yang membakar bangunan tersebut dan pintu yang tidak segera dibukakan untuk akses regu pemadam. “Kami sudah datang lebih awal ke lokasi kebakaran dan belum ada warga, kenapa tidak disuruh masuk ke bangunan,” ujarnya.
Informasi yang diperolehnya, pintu tidak dibuka oleh pemilik toko karena kuatir akan memicu penjarahan barang. “Biarlah Polisi yang menyelidiki masalah tersebut,” pungkasnya. (BE.14)
 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.com.-  Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima belum menerima  laporan dari SMK 45 Kota Bima  berkaitan dengan kasus oknum...

Ekonomi

Bima, Bimakini.com.- Pengadaan  bibit   kedelai  bagi  petani untuk Musim Kemarau (MK) I tahun 2016 beberapa waktu lalu yang dilakukan  sejumlah penangkar,  bukan sepenuhnya kesalahan...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.-      Pemerintah Kabupaten Bima sudah menerapkan lima hari kerja sejak sebulan terakhir. Pemantauan terhadap kepatuhan Satuan Kerja Perangkat daerah dan Unit Pelaksana ...

Olahraga & Kesehatan

Kota Bima, Bimakini.com.- Dalam bulan Februari ini, Kota Bima memiliki sejumlah event nasional dan regional. Salah satunya, Jelajah Alam Bima, yang digelar oleh Bima...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.com.- Anggota Kompi Sub-Den 1 Detasemen A Brimob Bima, Brigadir E, kembali diduga ditembak orang tidak dikenal. Sebelumnya kasus yang sama terjadi...