Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Enam Hari Menghilang, Nelayan Piong belum Ditemukan

Bima, Bimakini.com.- Nelayan asal Desa Piong Kecamatan Sanggar, Lutfi Ahmad (42) menghilang sejak enam hari lalu di perairan desa setempat. Informasi yang dihimpun Bimakini.com, Lutfi mulai menghilang sejak pukul 17.00 WITA Jumat (14/9) lalu saat memancing ikan bersama rekannya.

Menurut Hamid, rekan Lutfi, saat itu mereka bersama pergi memancing menggunakan dua perahu boat di sekitar perairan yang biasa digunakan lokasi pemancingan di Piong. Namun, sekitar pukul 21.00 WITA, tiba-tiba lampu perahu milik korban padam setelah itu terdengar suara mesin kapal.

Dia sempat mengira saat itu korban meninggalkannya ke tepian, karena lampu perahunya padam. Tetapi, setelah suara mesin didengarnya lebih jelas terdengar semakin mengarah ke tengah lautan. Karena kondisi malam tidak sempat mencari keberadaan korban. “Setelah menunggu selama dua hari korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga mulai kuatir,” ceritanya melalui telepon seluler, Selasa (18/9) pagi.

Akhirnya, kata Hamid, bersama keluarga korban mencarinya langsung kelokasi pemancingan malam itu. Namun, upaya pencarian sejak Sabtu (15/9) lalu tidak membuahkan hasil. Tidak menemukan tanda keberadaan perahu korban. Hal itu pun lantas dilaporkan keluarga pada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, Drs. Sulhan, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan laporan itu. Diakuinya, pascalaporan  itu langsung meneruskannya pada tim SAR agar membantu mencari korban. Pencarian oleh tim SAR mulai dilakukan Selasa (18/9) menggunakan dua speed boat.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

    “Dua speed boat telah menyisir seluruh kawasan Timur dan Barat pesisir laut Sanggar, tetapi pencarian masih nihil. Sampai hari ini korban menghilang sudah memasuki hari keenam. Rencananya tim SAR akan terus mencari hingga besok,” ungkapnya melalui telepon seluler.

Bahkan, diakuinya, kapal SAR dari Mataram telah dimintai bantuan dan sudah meluncur sejak selasa pagi menuju perairan ke jalur kapal dagang untuk membantu mencari korban. (BE.20)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Dompu, Bimakini.- Masyarakat Pulau Bajo Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa,Kabupaten Dompu yang  keseharianya  sebagai nelayan memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa bahagianya usai melaut. Seperti...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kabupaten Bima, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, terus menyalurkan bantuan khususnya bagi nelayan. Dipastikan, di tahun 2020 ini, bantuan yang akan...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Sekitar 20 perahu nelayan asal Langgudu, Kebupaten Bima, terpaksa harus parkir di Pantai Lawata, Kota Bima, Ahad (1/3). Mereka sudah beberapa...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Angin kencang dan gelombang tinggi yang menerjang wilayah Bima dan sekitarnya hingga akhir Januari 2019 ini, kian ganas. Bahkan  mencapai ketinggian...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Cuaca buruk yang melanda Bima dan sekitarnya satu bulan belakangan ini, memaksa para nelayan “menggantung” alat nelayan. Bahkan untuk menutupi kebutuhan...