Pendidikan

Gedung Perpustakaan SDN Inpres Lesu belum Diserahterimakan

Bima, Bimakini.com.- Jajaran Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Lesu Kecamatan Wawo Kabupaten Bima memertanyakan serahterima ruangan perpustakaan yang hingga kini belum dilakukan. Padalah, fasilitas itu dibangun tahun lalu. Berbagai pengadaan buku yang dipasok selama ini, membutuhkan ruangan penyimpanan dan juga berbagai alat peraga.

Guru SDN Inpres Lesu, Syafruddin, S.Pd, mengaku heran belum diserahterimanya gedung perpustakaan di sekolah setempat. Dia tidak mengetahui apa kendalanya, sehingga ruangan itu dibiarkan begitu saja. Bahkan, plafon gedung perpustakaan dikuatirkan ambruk, karena kayu kap dan kayu reng gedung baru itu menggunakan kayu yang berkualitas rendah.
Dikatakannya, lantai gedung itu dipenuhi debu kayu yang dimakan rayap, sedangkan  kayu kusen dan pintu ruangan itu menyusut, sehingga terbuka sendiri dan tidak sesuai lagi ukuran semula. “Kita jadi heran ruangan itu untuk apa, sehingga tidak mau diserahterimakan. Kalau dimanfaatkan kan lebih baik dibandingkan dengan kondisi saat ini tidak terurus dan mubazir,” ujarnya di sekolah setempat, Rabu (26/9).
Hal senada dikemukakan guru sekolah setempat, Yusuf Jamal, S.Pd. Gedung perpustakaan itu sangat dibutuhkan untuk menyimpan buku dan berbagai alat peraga agar tidak menumpuk pada ruangan guru dan Kepala Sekolah. Apalagi, saat liburan panjang kemarin banyak buku yang dimakan rayap.
“Kita berharap Dinas Dikpora Kabupaten Bima segera memerintahkan pelaksana proyek agar  menyerahkan kunci ruangan sehingga bisa dimanfaatkan. Masa satu tahun lebih belum juga diserahterimakan,” katanya di sekolah setempat, Rabu.
Ruangan perpustakaan itu, katanya, bukan hanya bermanfaat untuk siswa membaca buku di ruangan, tetapi juga guru dapat menambah wawasan keilmuan. Apalagi, banyak buku yang berkualitas yang diberikan. Apa artinya kalau buku hanya menumpuk di ruangan guru tanpa dimanfaatkan.
“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Bima segera menyerahkan kunci ruangan perpustakaan itu,” katanya. (BE.13)
 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top