Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Investor Galena Tagih Janji Wali Kota Bima

Kota Bima, Bimakini.com.- Investor tambang batu galena di Kelurahan Kolo, PT Karya Harapan, menagih janji Wali Kota Bima untuk membahas lebih lanjut mengenai eksploitasi. Sebelumnya pihak investor telah bertemu dan direncanakan ada pertemuan lanjutan, hanya saja hingga kini belum terealisasi. Jika tidak ada kejelasan, perusahaan akan beraktivitas, merujuk Surat Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara.

Pihak PT Karya Harapan, H. Ahmad H. Abbas, mengatakan pasca-pertemuan dengan Wali Kota Bima sebelumnya, pihaknya telah bersurat ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk menjadwalkan pertemuan. Hanya saja surat yang dilayangkan belum direspon hingga saat ini.

Padahal, kata dia, pihaknya telah siap untuk kegiatan eksploitasi. Belum adanya pertemuan lebih lanjut, sehingga menunda kegiatan oleh perusahaan. “Kami berharap, janji untuk pertemuan bersama itu dapat dilaksanakan secepatnya,” harap Ahmad kepada Bimeks di Hotel Marina, Senin (3/9).

Sebenarnya, kata Ahmad, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara telah menerbitkan surat Nomor: 1195/30/DJB/2012 tanggal 5 April 2012 perihal Penyesuaian KP menjadi IUP an. PT Karya Harapan Coal Mine, yang ditujukan langsung kepada Wali Kota Bima. Surat dari Kementerian ESDM, meminta agar PT Karya Harapan diregistrasi dan penyesuaiannya. Ijin penambangan yang dikantungi hingga Mei 2028.

“Dengan surat itu sebenarnya kami bisa saja jalan untuk eksploitasi, tapi kami masih berharap aka nada pertemuan. Jika tidak, maka kami akan jalan berdasarkan surat itu. Penyesuaian IUP itu bukan kewajiban kami, tapi oleh Pemkot Bima,” katanya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Saat ini, kata dia, sudah memiliki dokumen UPL dan UKL. Dokumen yang dimiliki perusahaan akan ditunjukkan semua ke Pemkot Bima, sebagai pembuktian tetap beraktivitas selama ini. “Kami ingin benar-benar menambang,” tegasnya.

Ahmad mengaku, sebelumnya secara kebetulan pernah bertemu dengan Wali Kota Bima, HM Qurais H Abidin, di Bandara Internasional Lombok. Saat itu Wali Kota Bima menyatakan akan memerosesnya, sehingga aktivitas bisa berlanjut.

“Kami tidak hanya ingin menambang dengan memikirkan keuntungan saja, namun kami juga akan melakukan kegiatan-kegitan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan bimakini.com, Wali Kota Bima,  HM Qurais H Abidin, menyatakan jika investor serius, maka Pemkot akan menerima untuk kepentingan masyarakat. (BE.16)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

  ‘’SAYA mau tes daya ingat pak KMA,’’ katanya kepada saya suatu waktu. KMA itu, singkatan nama saya. Belakangan, semakin banyak kawan yang memanggil...

CATATAN KHAS KMA

SAYA belum pernah alami ini: handphone tidak bisa dipakai karena panas. Bukan hanya sekali, Tetapi berkali-kali. Juga, bukan hanya saya, tetapi juga dua kawan...

CATATAN KHAS KMA

CATATAN Khas saya, Khairudin M. Ali ingin menyoroti beberapa video viral yang beredar di media sosial, terkait dengan protokol penanganan Covid-19. Saya agak terusik...

Berita

SEPERTI biasa, pagi ini saya membaca Harian  BimaEkspres (BiMEKS) yang terbit pada Senin, 10 Februari 2020. Sehari setelah perayaan Hari Pers Nasional (HPN). Mengagetkan...

CATATAN KHAS KMA

ADALAH Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) NTB pada 7 Desember 2019 lalu, mencanangkan gerakan Save Teluk Bima. Kegiatan dua hari itu, menjadi heboh...