Connect with us

Ketik yang Anda cari

Politik

Ketua RT Diminta segera Mendata Warga Pemilih

Kota Bima, Bimakini.com.- Menjelang Pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Bima tahun 2013, seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kota Bima, khususnya di wilayah Kelurahan Monggonao, diminta segera mendata warga untuk pemutakhiran data pemilih. Hal itu disampaikan pihak Pemerintah Kelurahan Monggonao untuk menyukseskan agenda politik itu.

Ketua RW 02 Kelurahan Monggonao, Hasan, menjelaskan untuk menciptakan Pemilu yang tertib, harus didukung dengan pelaksanaan yang tertib pula. Apalagi, persoalan data pemilih sangat sensitif, karena banyak warga yang pindah, meninggal dan pendatang baru. Selama ini dalam data pemilih banyak dijumpai nama peserta pemilih ganda.

Selain itu, katanya, selama ini juga banyak dijumpai nama pemilih yang sudah pindah, namun masih tercatat dalam daftar pemilih satu kelurahan tertentu, sehingga menjadi ganda pada Kelurahan lain. Bahkan, ada nama warga yang sudah pindah, namun masih ada namanya dalam daftar pemilih.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

     Dikatakannya, hal lain yang sangat sensitif adalah data pemilih pemula dan kalangan mahasiswa yang menginap di kos, karena selalu menjadi kontroversi. Berkaitan dengan itu, dia meminta seluruh Ketua RT bisa mendata secara teliti  untuk mewujudkan proses pemilihan yang jujur dan adil.

    Persoalan itu, jelasnya, banyak kalangan yang menilai sepele, namun dalam pesta demokrasi sangat sensitif. Selain itu, juga membantu pemerintah dalam  mendata jumlah warganya. Katanya, kesuksesan penyelenggaraan Pemilu bukan pada lembaga, namun rakyat.

      “Kesuksesan Pemilu bergantung pada kita semua, makanya kita harus berpartisipasi untuk menyukseskan Pemilu, karena Pemilu adalah pesta kita semua, pestanya rakyat,” ujarnya di Monggonao, akhir pekan lalu.

         Lurah Monggonao, Basuki Widodo, S.Sos, menjelaskan penyelenggaraan Pemilu merupakan tanggung jawab bersama, oleh karena itu keakuratan data pemilih sangat penting, karena banyak warga yang pindah, meninggal, dan pemilih pemula.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

          Menurutnya persoalan data pemilih sangat sensitif, oleh karenanya sangat penting data pemilih yang valid sebagai pendukung utama dalam penyelenggaraan pemilih. Dia juga mengimbau masyarakat  agar melapor diri jika nanti belum didata oleh RT maupun petugas pemutahiran data dari Komisi Pemilihan Umum.

“Kerja sama yang baik dalam penyelenggaraan Pemilu merupakan langka utama dalam mensukseskan pesta demokrasi tanpa memandang apakah itu Pemilukada maupun Pemilu pada umumnya,” katanya. (BE.18)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.-  Musyawarah Cabang (Muscab) Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bima kembali mengukuhkan Ir Rajiman H Idrus, MSi, secara...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin ...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Warga RT 01 Dusun Pali Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Selasa siang, mendadak heboh.  Ibu rumah- tangga desa setempat, Aisyah, diberi...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.- Pasca-Pilkada Serentak yang dimenangkan pasangan Dinda-Dahlan, kini banyak pejabat di Kabupaten Bima yang saling menyindir. Kondisi ini tidak kondusif bagi harmonisasi kerja...