Peristiwa

Perum Perumnas Klarifikasi Soal Penggantian Nama Pembeli

Kota Bima, Bimakini.com.-

Ini klarifikasi pihak Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional (Perumnas) Lokasi Bima, mengenai penggantian sepihak nama calon pembeli rumah yang diprotes warga Rabangodu Selatan, Sirajudin, Kamis (20/9) lalu. Rupanya, pergantian itu dianggap suatu keharusan.

Bagian Pemasaran Perum Perumnas Lokasi Bima, Yusuf AB, SE, menjelaskan, penggantian sepihak sudah menjadi keharusan, karena Perum Perumnas ada masa tenggang waktu dalam prosesnya. Sebelumnya, Abdurahim, putra Sirajudin, sudah diinformasikan melalui saudara perempuannya pada pertengahan Juli tahun 2012 lalu.

Dikatakannya, Perum Perumnas tidak pernah menjual rumah secara kredit, melainkan dijual secara tunai (cash). Minimal 10 persen dari harga jual disediakan oleh calon pembeli dan maksimal 90 persen disediakan oleh bank pendana kredit perumahan rakyat (KPR). “Rumah lunas timbul utang uang dari lembaga penyandang dana KPR sertifikat di lahan sebagai jaminan kredit,” terang Yusuf, di kantor Perum Perumnas Lokasi Bima jalan Gatot Subroto Kelurahan Sadia Kota Bima, kemarin.

Mengenai uang muka yang diakui telah disetorkan Abdurahim, katanya, merupakan selisih harga jual rumah dengan nilai kredit yang disetujui oleh bank penyandang dana. Uang muka dapat dicicil hingga transaksi jual-beli rumah dan tanah standar.

Menurut Yusuf, uang senilai Rp4,5 juta yang disetorkan Abdurahim, bukan uang muka. Tetapi, cicilan uang muka yang belum pernah menjadi uang muka. “Kebijakan itu diterapkan untuk meringankan calon pembeli,” katanya.

Pemohon, lanjut Yusuf, memang telah memasukkan berkas administrasi permohonan pada Perum Perumnas. Tetapi, bilaberkas itu belum memenuhi rasio perbankan, maka harus ada lagi tambahan data seperti keterangan tambahan penghasilan dari pemohon. “Data inilah yang belum dilengkapi oleh pemohon Abdurahim agar rasio bank terpenuhi,” tandasnya.

Yusuf menampik tudingan “bermain mata” dengan pemohon lain, sehingga mengganti nama Abdurahim. Dipastikannya, dari 413 pemohon tidak ada dugaan seperti itu. Nama Abdurahim, diakuinya diganti dengan nama H. Awaludin Anas, pegawai BPN Kota Bima.   “Silakan dicek, kalau terbukti pengurus Perum Perumnas “bermain mata”, maka saya akan berhenti dari Perum Perumnas,” katanya.

Ditambahkannya, hingga saat ini, rumah Perum Perumnas Pesona Sambinae Residence itu belum bisa dihuni, karena Perum Perumnas bekerja sesuai aturan dan jadwal kegiatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengurus Perum Perumnas Lokasi Bima, dituding menipu oleh warga yang mengajukan kredit perumahan di Kelurahan Sambinae tersebut. Tudingan itu, menyusul keberatan warga yang memrotes di kantor Perumnas di Kelurahan Sadia. Kegaduhan sempat terjadi saat itu, karena manajemen dan warga terlibat cekcok.

Warga yang merasa ditipu pihak manajemen Perumnas, Sirajudin, mendatangi kantor Perumnas setempat. Dia memrotes pihak manajemen yang telah mengganti nama anaknya, Abdurahim, dengan orang lain untuk mendapatkan kredit rumah tipe 36. Padahal, telah lebih dahulu mendaftar dan membayar uang muka senilai Rp4,5 juta pada gelombang pertama dibukanya pendaftaran, November 2011 lalu.

Penggantian nama oleh manajemen Perumnas, dilakukan sepihak tanpa pemberitahuan. Mestinya, katanya, sebagai pihak yang telah mengajukan kredit dengan melengkapi sejumlah syarat, diinformasikan jika ada pergantian nama. (BE.19)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top