Peristiwa

Syafrudin: Jangan Kambing-Hitamkan PLN

Kota Bima, Bimakini.com.-

Dugaan sementara aparat Kepolisian soal penyebab kebakaran minimarket Hokky Mart Rabu (19/9)  malam lalu karena hubungan arus pendek (HAP) listrik, direaksi oleh pihak PT PLN Wilayah NTB Cabang Bima. Asisten Manajer Distribusi PLN Bima, Syafrudin, menilainya gegabah, prematur,  dan cenderung mengambinghitamkan PLN.

Menurutnya, kesimpulan sementara itu akan menggiring penilaian minor masyarakat tertuju pada PLN.  Di manapun terjadi kebakaran, termasuk di kota besar, biasanya sebelum menemukan penyebab pasti dari kebakaran, aparat akan menyatakan sebagai HAP. “Bagi kita di PLN kesimpulan seperti itu sangat keliru,” katan saat dihubungi Bimeks di kantor PLN Bima, Jumat (21/9).

Apalagi, katanya, tanggungjawab instalasi dan perangkat listrik yang berada di pelanggan, seperti rumah, kantor, maupun gedung, sepenuhnya  tanggungjawab pelanggan dan istalatir, bukan PLN. “Kalau sudah masuk rumah, PLN hanya bertanggungjawab pada arus saja, bukan pada perangkat lain,” katanya.

Dikatakannya, bangunan usaha seperti Hokky Mart sangat mustahil akan terjadi HAP, karena dipastikan penggunaan bahan dan instalasi listriknya pasti lebih bagus dibandingkan rumah-tangga. PLN juga telah mendisain sedemikan rupa agar  kemungkinan HAP tidak terjadi. “Kita sudah memasang berbagai perangkat canggih agar tidak terjadi HAP, ujarnya.

Dijelaskannya, HAP hanya terjadi akibat tiga sebab,  yaitu karena kesalahan pemasangan instalasi oleh istalator. “Instalator bukan PLN, tapi pihak ketiga yang sudah memilki legitimasi secara hukum dan teknis,” terangnya.

Selanjutnya adalah kualitas dan umur peralatan listrik yang digunakan. “Kita sarankan agar menggunakan alat-alat yang berkualitas dan secara berkala melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik di rumah,” sarannya.     

Terakhir, katanya, kemungkinan perubahan instalasi yang sengaja dilakukan sendiri oleh pemilik gedung. “Terkait kebakaran Hokky Mart, kami tidak berhak memberikan komentar, karena bukan ranah PLN. Kecuai dimintai keterangan oleh Kepolisian, itupun yang tepat adalah pihak istalator,” jelasnya.

Berkaitan peran PLN saat terjadi kebakaran, diakuinya, telah bekerja cepat berada di lokasi kejadian dengan memutus  aliran yang masuk ke loksai, sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau ada HAP pasti otomatis arus listrik dalam gedung itu terputus secara otomatis,” ujar Syafrudin.

Katanya, petugas PLN berada di lokasi untuk memantau dan memastikan tidak ada pemadaman di sekitar wilayah yang aman, agar tidak ada keberatan dari konsumen dan faktor keamanan. “Kita pantau di lokasi agar memastikan keamanan jaringan dan mengatur pemadaman,” tandasnya. 

Syafruddin menambahkan, selama ini tidak ada koordinasi antara Dinas terkait dengan PLN Bima jika terjadi kebakaran. Padahal, hal tersebut mutlak dilakukan untuk  memercepat proses pemadaman lisrik jika ada kebakaran. Selain itu, memastikan keamanan regu pemadam kebakaran saat bekerja di lokasi yang kemungkinan adanya listrik tegangan tinggi.

“Bagusnya kalau ada kebakaran pada suatu wilayah, pada waktu bersamaan juga PLN dikontak untuk memastikan pemadaman,” katanya.

Ke depan, dia mengharapkan, antara PLN dengan Pemkot Bima bertemu khusus untuk membahas masalah penanganan  dan koordinasi penanggulangan kebakaran. (BE.14)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top