Pendidikan

Dinas Dikpora Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.com.-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima menjanjikan upaya keras untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Dikpora, Drs. Suriadi, M.Pd, saat sosialisasi dan silaturahmi dengan jajaran Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Bima, Rabu (17/10).

     Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima saat ini menjadi program utama Dinas Dikpora setempat menyusul dicanangkannya Kota Bima sebagai Kota Pendidikan. Guru, Kepala Sekolah (Kasek), dan Dinas Dikpora merupakan komponen terpenting dalam peninkatan mutu pendidikan pada suatu wilayah.
     Pemerintah, katanya, menyiapkan kebijakan dan anggaran, sedangkan guru dan Kasek sebagai eksekutornya, dan siswa adalah objeknya.
    Dia mengharapkan, seluruh komponen pendidikan bekerja sesuai mekanisme dan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) untuk mewujudkan cita-cita tersebut. “Kami yakin jika semua kita berperan aktif dan bertanggungjawab sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing, maka mutu pendidikan di Kota Bima akan semakin meningkat,” ujarnya. 
    Suriadi meminta seluruh sekolah dapat menjabarkan konsep itu dalam  bentuk program yang berdasarkan dalam visi dan misi sekolah untuk jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
    Peningkatan mutu itu,  katanya, sebagai syarat utama pembentukan Perguruan Tinggi Negri (PTN) di Kota Bima. “Semoga pada tahun 2013 atau 2014 mendatang, cikal-bakal PTN sudah ada dan  lokasinya  sudah disiapkan oleh Wali Kota Bima,” harapnya.
    Keberadaan PTN di Kota Bima, terangnya, akan berimbas pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), karena kampus juga bisa menjadi industry.
   Saat itu, Suriadi juga memaparkan indikator pendidikan atau sekolah bermutu. Indikator tersebut adalah  guru dan siswa  merasa senang dan nyaman berada di sekolah.  Interaksi dengan sekolah lain melalui  lomba secara priodik dilakukan. Budaya mengerjakan dan memberikan pekerjaan rumah (PR) dilaksanakan tanpa paksaan.
    Guru maupun siswa, katanya, mesti terbiasa menghadapi ujian, tidak panik, jujur, dan lulus dengan nilai yang membanggakan. Siswa bisa melanjutkan studi ke sekolah idaman dengan angka kelulusan tinggi, dan guru tidak terlibat pelanggaran yang mencoreng kepribadian dan sekolah.
      Seteleh dikukuhkan sebagai Kepala Dinas Dikpora, dia mengaku, langsung membuat terobosan dengan program mengunjungi sekolah untuk memantau kegiatan. Selain itu, menyerap aspirasi untuk menyusun rencana dan program menuju peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima.
“Saya ditugaskan khusus oleh Wali Kota untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya. (BE.14)
 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top