Politik

Partai Golkar Ancam Pecat Subhan

Kota Bima, Bimakini.com.-Sikap kader Partai Golongan Karya (Golkar) Kota  Bima, Subhan HM. Nur, SH, yang maju melalui partai lain dan telah memiliki pasangan, disesalkan oleh pengurus partai itu. Apalagi, hingga kini mantan Ketua DPRD Kota Bima itu tidak berkomunikasi tentang putusannya itu.
Bahkan, kubu Golkar  mengancam memecat Subhan jika tidak segera menyampaikan sikapnya kepada  partai.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bima, Tiswan Suryaningrat, SH, mengaku kaget mendengar informasi majunya Subhan melalui partai lain. Apalagi, keputusannya itu tidak disampaikan ke Partai Golkar.
“Saya sangat sayangkan sikap Subhan seperti itu. Mestinya Subhan pamit dengan baik ke partai, baik secara pribadi maupun institusi,” ujarnya kepada Bimakini.com melalui telepon seluler, Selasa sore.
Namun, kata Tiswan, Golkar belum menyikapi langsung tentang informasi pilihan Subhan dengan dukungan 17 partai nonkursi. Harus ada bukti, bahwa Subhan maju melalui partai lain, tanpa pamit pada  Golkar.
“Secara legalititas belum ada bukti Subhan memilih kendaraan di luar Golkar. Kita lihat saat mendaftar di KPU,” katanya.
Ditegaskannya, meski sebelum mendaftar di KPU, Golkar akan bersikap jika Subhan mendeklarasikan diri. Itu bisa menjadi bukti dan menjadi bahan Golkar mengambil sikap.
“Subhan dibesarkan oleh Golkar dan menjadi anggota DPRD tiga periode. Pernah dicalonkan menjadi Wali Kota Bima oleh Golkar. Sekarang tanpa ada komunikasi ke partai, tiba-tiba informasinya maju menggunakan kendaraan lain. Ketua DPD Golkar Kota Bima pun kaget mendengar informasi itu,” ungkapnya.
Dinilainya, sikap Subhan tidak “jantan”,  namun tetap memberi kesempatan menyampaikan sikap ke partai. Jika tidak dilakukan, maka Golkar akan mengambil sikap memecatnya. “Bila perlu, silakan menyampaikan pengunduran diri. Seperti halnya Ahok maju di Pilgub DKI, mundur dari Fraksi Golkar,” ujarnya. (BE.16)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top