Pendidikan

PAUD Asy-Syakur Terkendala Insentif Guru

Kota Bima, Bimakini.com.-   Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Asy-Syakur Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima telah memiliki fasilitas gedung yang representatif dan telah diresmikan sebulan lalu. Tetapi,  insentif guru hingga saat ini menjadi kendala yang belum mendapatkan solusinya.

Pengelola PAUD Asy-Syakur Kelurahan Dodu, Dra. Nuraliah, mengatakan, kendala insentif guru itu memang dibutuhkan, meski tidak mengurangi pengabdian yang dilakukan guru sukarela selama ini. Apalagi, anak usia empat hingga enam tahun ini membutuhkan sangsangan bagi perkembangan otak dan jiwa anak-anak.

    “Usia emas ini kalau tidak diarahkan dengan baik, maka anak-anak akan kehilangan masa indah untuk mengenal berbagai konsep dasar dalam bermain sambil belajar,” ujarnya di PAUD setempat, Sabtu (6/10).

    Bermain  sambil belajar itu, terangnya, diarahkan untuk pembiasaan, tatacara berbahasa, kognitif, fisik motorik. Selain itu, anak-anak diarahkan membiasakan nilai-nilai agama dan moral, fisik terdiri dari motorik kasar dan halus, kesehatan fisik. Kognitif berkaitan dengan pengetahuan umum dan sains, mengenakan benda berdasarkan fungsi, konsep bentuk warna, ukuran dan pola, konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.

Tidak hanya itu, katanya, bahasa yang berkaitan dengan penerimaan bahasa, mengungkapkan bahasa, keaksaraan. Sosial emosional. “Semua itu diarahkan berdasarkan usia anak-anak. Ada klasifikasi usia 4 hingga 5 tahun, usia 5 hingga 6 tahun,” katanya.

    PAUD Asy-Syakur, katanya,telah memiliki ragam permainan dan memiliki 55 murid dan lima guru sukarela. Keberadaannya sangat diharapkan masyarakat. Apalagi, berkaitan dengan pendidikan PAUD masih harus dilakukan berbagai endekatan kepada orang tua murid hingga mereka yakin betul dapat menitipkan anak mereka untuk bermain sambil belajar.

    Seiring dengan itu, katanya, guru berharap dukungan dari Pemerintah Kota Bima khususnya jajaran pendidikan Usia dini, sehingga antara pengabdian yang dilakukan selama ini mendapatkan pehatian pemerintah.

“Alhamdulillah tahun 2012 ini mendapatkan dana operasional senilai Rp4 juta lebih. Kita berharap tahun depan lebih ditingkatkan lagi,” katanya. (BE.13)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top