Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Pelaku Penembakan Warga Roi masih Diselidiki

Bima, Bimakini.com.- Pascatewasnya warga Desa Roi Kecamatan Palibelo, Irwan (36), wilayah dua desa yang bersitegang hingga kini masih dijaga ketat oleh aparat Kepolisian. Namun, mengenai pelaku penembakan korban hingga kini masih dalam penyelidikan.

Hal itu diakui Kapolres Bima Kabupaten, Ajun Komisaris Besar Polisi, Dede Alamsyah, S.IK, kepada Bimakini.com, Selasa (2/10) siang.
Secara umum, katanya, kondisi dua desa yang bertikai saat ini sudah mulai kondusif. Sebanyak 250 personel Polres Bima dibantu Polres Mataram, Sumbawa, dan Dompu dikerahkan untuk menjaga wilayah perbatasan dan masing-masing desa. Upaya pendekatan dalam penyelesaian konflik juga diakui terus dilakukan.
Saat ditanya dugaan korban tewas akibat terkena peluru senjata rakitan, Kapolres mengaku belum menerima hasil visum dari medis. Namun, seperti disampaikan sebelumnya saat bentrok memang benar ada warga yang menggunakan senjata rakitan.
“Kita terus melakukan upaya pengamanan dua desa dengan menambah personel,” katanya di sela pengamanan lokasi kebakaran di Dusun Godo Desa Dadibou.
Ditempat terpisah, Kepala Bakesbangpolinmas Kabupaten Bima, Drs. Syafruddin, M.Si, mengharapkan kepada masyarakat Roi agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas. Sebab, isu dan informasi tidak jelas akan menambah dan memicu persoalan baru.
“Inilah yang harus kita jaga mudah-mudahan masyarakat di Desa Roi ini bisa mengerti tentang persoalan ini,” harapnya usai pemakaman korban, Selasa siang.
Mengenai proses hokum, dia meminta agar masyarakat memberikan waktu kepada pihak Kepolisian untuk menyelidiki dan menuntaskan kasus itu. Seandainya masyarakat tidak mau mengerti dan tidak mau memberikan waktu, Kepolisian tidak akan maksimal bekerja.
Istri korban, Masita, meminta masyarakat Roi agar tidak melakukan aksi balas dendam ataupun aksi kekerasan lainnya. Sebab hal itu hanya akan menambah panjang persoalan yang ada. Kematian suaminya bukan disebabkan oleh konflik itu, tetapi disebabkan takdir Tuhan.
“Kalau warga melakukan aksi balas dendam sama halnya warga ingin membunuh saya dan anak saya yang ditinggal ini, kasihanilah kami,” pintanya.
Pantauan Bimakini.com, penjagaan saat pemakaman korban terlihat sangat ketat dari ratusan aparat dari kepolisian dibantu TNI, Pol PP dan angota Kesbangpolinmas. Mereka berjaga dipintu masuk Desa Roi, perbatasan kedua desa, di dalam perkampungan dan areal persawahan.
    Pemakaman jenazah korban dimulai pukul 12.00 WITA hingga pukul 13.15 WITA. Suasana haru dan sedih menyelimuti keluarga dan ribuan warga Desa Roi yang mengikuti prosesi pemakaman. (BE.20)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Sejumlah media nasional pekan lalu menginformasikan penembakan tiga warga Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka tewas ditembak oleh Polisi Negeri Sembilan Malaysia....

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin ...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Warga RT 01 Dusun Pali Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Selasa siang, mendadak heboh.  Ibu rumah- tangga desa setempat, Aisyah, diberi...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com.-      Pemerintah Kabupaten Bima sudah menerapkan lima hari kerja sejak sebulan terakhir. Pemantauan terhadap kepatuhan Satuan Kerja Perangkat daerah dan Unit Pelaksana ...