Pendidikan

Penguasaan Perkalian, Inti Belajar Matematika

Kota Bima, Bimakini.com.-Inti belajar Matematika bagi siswa adalah penguasaan perkalian, karena perkalian itu dua tingkat dari penjumlahan. Oleh karena itu, aspek  perkalian harus digenjot sejak Sekolah Dasar (SD). Hal  itu dikemukakan guru SMPN 14 Kota Bima, April Tini, S.Pd, Sabtu (20/10) lalu, melalui media jejaring social, Facebook.

    Katanya, pembelajaran matematika pada tingkat SMP bergantung dari kemampuan siswa menguasai berhitung dan perkalian pada tingkat SD.
    Jika perkalian tidak dikuasai, kata April, semua rumus Matematika yang ada akan tumpul dan siswa akan kehilangan arah memahaminya. Hal itu karena pembagian kebalikan dari perkalian, perpangkatan kebalikan dari perkalian berulang dan hampir semua materi selalu ada hitungan perkalian.
Dikatakannya, masalah perkalian merupakan operasi dasar Matematika yang harus dikuasai oleh anak, yang merupakan modal awal memelajari materi-materi lain dalam Matematika. Begitu pentingnya operasi ini, hingga sebagian guru menganjurkan siswa agar menghapal perkalian bilangan kecil kurang dari 100.
Pembelajaran matematika di tingkat SMP, kata dia,  berbeda-beda soal daya serap siswa. Ada siswa yang langsung tanggap dengan metode ceramah, ada juga yang langsung tanggap menggunakan alat peraga. Namun, yang jelas guru perlu menemukan tips belajar Matematika secara cepat agar siswa  mudah  memahami pelajaran. Tanpa tips ini pasti siswa akan merasa sangat sulit dalam memelajari Matematika.
    “Kalau pun bisa pasti mereka akan lambat dalam pengerjaannya dan membuat kita menghabiskan waktu,” katanya.
Karena merasa sulit belajar Matematika, katanya, pasti banyak siswa yang memikirkan mengapa harus terus memelajarinya. Banyak siswa yang mengeluh mengapa Matematika diberikan porsi banyak dalam setiap tingkatan belajar.
Oleh karena itu, guru harus memiliki pemahaman mumpuni terhadap Matematika. Apalagi, jika mampu menjelaskan bahwa fungsi dari belajar Matematika adalah untuk kehidupan sehari-hari. Matematika itu bukan hanya berguna untuk pandai berhitung saja, tetapi fungsinya untuk memacu logika   dalam  menyelesaikan masalah yang dihadapi berkaitan dalam  kehidupan sehari-hari. Matematika dapat membuka gerbang pikiran siswa.
    “Saat menghadapi masalah yang besar, maka kita akan semakin terpacu untuk menyelesaikannya. Kita berharap  siswa akan menganggap bahwa belajar Matematika  mudah dan menyenangkan,” katanya.
Selain itu, katanya, siswa harus menyukai guru Matematika atau pemateri harus memiliki banyak metode dan bervariasi hingga siswa tidak bete dan tidak terbebani. Siswa juga diberi motivasi berupa hadiah-hadiah kecil yang memacu mereka merasa bangga karena mampu menyelesaikan soal.
“Usahakan anak didik dalam sehari hanya satu saja perkalian yang mereka hafalkan, puji mereka karena kemampuannya. Motivasi itu sangat dibutuhkan karena itu guru harus cerdas memahami apa yang dibutuhkan anak-anak,” sarannya. (BE.13)
 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top