Pendidikan

Siswa akan Diliburkan selama Pertemuan APEKSI

Kota Bima, Bimakini.com.-Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menjadi tuan rumah pertemuan APEKSI pertengahan November mendatang, berimbas pada dunia pendidikan. Sejumlah sekolah percontohan akan diubah menjadi tempat menginap tamu kegiatan itu. Praktis Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM), termasuk untuk calon peserta ujian diliburkan.

Hal tersebut diakui sejumlah Kepala Sekolah yang ditunjuk menjadi lokasi itu. Sejak pekan lalu, sejumlah sekolah seperti Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 dan SDN 11 Kota Bima sibuk menata sekolah.
Kepala SDN 2 Kota Bima, Zainuddin AB, S.Pd, mengaku, selain ditunjuk sebagai lokasi penginapan tamu, siswa dan guru setepat juga diwajibkan menata dan mengecat sekolah. Sesuai informasi panitia dari Pemkot Bima, setiap sekolah akan menampung 100 orang lebih dari dua daerah, sehingga setiap kelas akan diubah mirip hotel. Seluruh biaya dan perlengkapan menginap seperti kasur dan bantal akan ditanggung sekolah.
“Mungkin untuk kasur dan bantal akan dibawa oleh guru-guru dan siswa. Tidak ada biaya dari Pemkot, tapi ditanggung oleh sekolah,” katanya di SDN 2, Sabtu lalu.
Dikatakannya, selama kegiatan APEKSI berlangsung, seluruh siswa setempat akan diliburkan, karena ruangan KBM akan digunakan tempat menginap tamu kegiatan itu. Tidak hanya SDN 2, sejumlah sekolah lain seperti SDN 11 dan 55 Kota Bima diwajibkan pemerintah sebagai penanggung jawab tamu.
“Bukan sekolah kami saja, ada beberapa sekolah lain juga ditunjuk. Karena memang hotel di Bima tidak mampu menampung seluruh tamu yang hadir nanti, sedangkan satu daerah saja mencapai 50 orang,” katanya.
     Diakuinya, pemakaian ruang kelas dan fasilitas lain untuk tamu Apeksi di bawah perintah Dinas Dikpora. Sekolah setempat belum mengetahui reaksi orangtua berkaitan dengan rencana KBM akan diliburkan selama tiga hari atau hingga APEKSI berakhir.
Pada bagian lain, penanggungjawab SDN 11 Kota Bima, Suaeb Manan, S.Pd, mengaku, sejak beberapa hari lalu seluruh siswa dan guru setempat diarahkan menata sekolah, di antaranya got dan WC. Sesuai perintah Pemkot Bima, menjelang kegiatan APEKSI seluruh kelas setempat akan dipasang dengan tempat tidur untuk tamu kegiatna itu, sehingga KBM akan diliburkan.
“Mungkin nanti siswa kami tekankan untuk belajar di rumah. Kalau mau pinjam sekolah lain, mesti harus ada koordinasi karena belum tentu lowong,” katanya
     Dikatakannya, sesuai perintah, seluruh guru setempat diwajibkan menjadi panitia lokal, penerima dan pelayan tamu. Secara umum, SDN 11 dilengkapi 9 kamar kecil atau WC, sehingga sangat mendukung sebagai hotel sementara bagi tamu. “Penataan sudah kami lakukan seperti membenahi saluran air, sekarang kami tinggal menunggu rapat koordinasi selanjutnya,” katanya.
      Suaeb mengaku belum mengetahui reaksi orang tua siswa berkaitan dengan ketentuan pemerintah meliburkan KBM selama APEKSI berlangsung, termasuk pengaruhnya terhadap calon peserta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS-BN).
“Kebetulan Kepala Sekolah sedang ibadah haji, mungkin orangtua siswa juga mendukung. Intinya walaupun KBM tidak dilaksanakan di sekolah, kami tekankan siswa agar tetap belajar,” katanya. (BE.17)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top