Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Warga Godo Enggan Pulang Kampung

Bima, Bimakini.com.-Kondisi di dusun Godo Desa Dadibou Kecamatan Woha saat ini sudah kondusif,   namun sebagian besar warga belum berani kembali ke rumahnya. Mereka mengaku masih trauma mengingat bentrokan dan menguatirkan munculnya penyerangan lagi. Apalagi, saat ini bentrokan antarkampung bertetangga juga terjadi antarwarga Samili, Kalampa, dan Dadibou.

H. Maslin, warga Godo, mengaku kondisi itu menyebabkan warga kuatir konflik akan meluas hingga ke kampung mereka. “Kami hanya berani kembali ke kampung pada siang hari saja kalau malam tidur di rumah keluarga,” ujar Sabtu lalu di Godo.
Lelaki tiga anak ini mengaku sepekan setelah insiden kebakaran, kondisi warga Godo sebenarnya sudah mulai tenang. Namun, ketenangan itu kembali terusik saat pecahnya bentrokan lagi antarwarga desa tetangga. Akibatnya, sebagian besar warga Godo tidak berani bermalam di kampung, apalagi yang perempuan.
“Para wanita belum kembali ke kampung sejak kebakaran itu, kalau datang hanya bersih-bersih pada pagi dan siang hari saja,” teragnya di Godo.
Begitupun aktivitas warga yang bertani, usaha tambak, dan berladang, diakuinya belum lancar. Untuk kebutuhan makan dan minum terpaksa harus menggantungkan harapan dari bantuan pemerintah dan sanak keluarga. “Mau bagaimana lagi pak, dua rumah saya bersama anak saya disini tidak ada yang tersisa,” katanya.
      Meski begitu, lanjutnya, tidak merasa kekurangan untuk kebutuhan utama, karena bantuan dari berbagai pihak tetap berdatangan seperti beras, pakaian, dan kebutuhan dapur lain. Dia mengharapkan kondisi segera aman dan pulih agar warga bisa hidup berdamai lagi tanpa rasa takut.
Warga lainnya, Ahmad Talib, juga menyampaikan harapan yang sama. Meski bersyukur rumahnya selamat di antara puluhan rumah di Godo yang terbakar, tetapi kenyamanan tidak ada lagi. Setiap hari memberanikan diri  ke kampung untuk menjaga rumah.
“Kalau istri dan anak saya masih di rumah keluarga, mereka mengungsi sejak kebakaran itu dan belum berani kembali setelah mendengar ada bentrokan lagi,” tandasnya. (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin ...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Warga RT 01 Dusun Pali Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Selasa siang, mendadak heboh.  Ibu rumah- tangga desa setempat, Aisyah, diberi...

Hukum & Kriminal

Monta, Bimakini.com.- Bentrok antara kelompok warga kembali terjadi di Kabupaten Bima.  Kali ini melibatkan kelompok warga Desa Tolouwi dan Desa Sondo Kecamatan Monta, Sabtu...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Warga Desa Cenggu Kecamatan Belo, Kamis (12/11/2015) lalu sekitar pukul 12.00 WITA heboh. Warga setempat, M (65), diduga  terlibat dalam kasus asusila....