Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

27 Pengendara Tewas Selama 2012

Bima, Bimakini.com.-Seiring kepadatan lalulintas kendaraan bermotor di Bima, jumlah kecelakaan pun bertambah. Bahkan, nyaris terjadi setiap hari. Kepolisian Resort (Polres) Bima Kabupaten mencatat selama Januari hingga Oktober tahun 2012, sebanyak 27 pengendara tewas akibat kecelakaan.

       Jumlah pengendara yang tewas itu, menurut Kepala Unit Laka Lantas Polres Bima Kabupaten, Bripka Sukirno, merupakan akumulasi dari jumlah kecelakaan yang tercatat sebanyak 110 kasus. Korban lainnya sebanyak 69 terluka parah, sisanya terbilang luka ringan.
      Berdasarkan catatan, terangnya, faktor yang dominan penyebab kecelakaan yakni diakibatkan karena kelalaian manusia (human error). Bentuk kelalaian itu, seperti tidak menaati aturan lalulintas. Misalnya tidak memakai helm, melanggar rambu-rambu, menerobos lampu merah, tidak memilki kelengkapan surat bermotor dan tidak disiplin.
“Pada aspek kelayakan kendaraan yang dikendarai, saya kira tidak terlalu berpengaruh karena rata-rata yang terlibat kecekalaan justru kendaraan yang baru dan masih sangat layak,” terangnya kepada Bimakini.com, kemarin.
Kategori usia pengendara yang tewas akibat kecelakaan, ungkapnya, didominasi usia remaja dan produktif, seperti pelajar maupun mahasiswa. Korban tewas kebanyakan terluka parah pada bagian kepala akibat tidak menggunakan helm. Padahal, setiap pengendara selalu diingatkan untuk memakai helm standar.
Angka kecelakaan itu, jelasnya, masih terbilang sedikit jika dibandingkan pada tahun 2011 lalu yang tercatat sebanyak 114 dari Januari hingga Desember. Korban tewas sebanyak 38 orang, korban luka parah sebanyak 71 orang, sisanya luka ringan. “Tetapi kita belum bisa membadingkanya karena tahun 2012 masih dua bulan berjalan,” tandasnya.
Dikatakannya, menyikapi tingginya angka kecelakaan setiap tahun, Polres sering menggelar sosialisasi tentang tatatertib berlalulintas kepada masyarakat, bahkan masuk ke lingkungan sekolah. Tahapan sosialiasi itu masuk dalam upaya preentif, kemudian tahap kedua upaya preventif seperti memasang rambu-rambu jalan berkoordinasi dengan Dishubkominfo.
      Selanjutnya, tahap ketiga upaya represif dengan menerapkan sanksi tegas bagi pengendara yang melanggar aturan dalam berlalulintas. (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.-Setelah melalukan penyelidikan kepada oknum polisi yang melalukan penganiyaan, pada salah satu pengendara yang videonya viral beberapa hari lalu, polisi kini ungkap alasan...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Heru Sasongko, SIK menyambangi keluarga pengendara di Desa Tenga, Kecamatan Woha, yang dipukul oleh anggota Sat Lantas. Pemukulan...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kuat dugaan, korban tewas di terowongan Dam Pela Parado karena  mesin pompa penyedot air terbakar. Selain itu karena kesulitan untuk bernafas. Mesin...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Naas menimpa dua pekerja bendungan Pela Parado Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Pada Kamis (13/5/21) dini hari pekerja yang diketahui bernama Ismail (52)...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Diduga terlibat berantam dengan warga lainnya, Sukardin (34) warga RT 14 Desa Bolo Kecamatan Madapangga tewas, sekitar pukul 16.30 Wita, Rabu (18/12)....