Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Distamben Anggarkan Biaya Listrik Pedesaan

Bima, Bimakini.com.- Kepala Bidang Sumberdaya Energi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bima , H. Fathul Arifin, MM,  mengatakan  untuk  memenuhi ketersediaan  listrik pada sejumlah kawasan terisolir di Kabupaten Bima,  pihaknya telah menganggarkan dana Rp4,4 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2013. Anggaran tersebut untuk bangunan sipil senilai Rp2,1 miliar,  sedangkan  mekanik elekriknya senilai Rp2,3 miliar.

   Dari dana tersebut diharapkan akan tersedia daya listrik sebesar 2×200 Kwh. “Ini program peningkatan  kapasitas dan perluasan jaringan,” ujarnya. 
Listrik yang dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) biogas dan pembangkit listrik tenaga surya. “Untuk wilayah yang memiliki sumber air maka akan dibuat PLTMH,” ujarnya. Rabu (28/11).
    Kecamatan Tambora merupakan satu di antara wilayah yang akan dikembangkan PLTMH, karena memiliki sumber air melimpah. Bahkan, sejumlah PLTMH yang telah ada sebelumnya akan dinaikkan kapasitanya  untuk  memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Selain itu, ujar Fathul, kehadiran PLTMH di Tambora guna mendukung pengembangan dan pertumbuhan  kawasan kota mandiri terpadu (KTM). “KTM  Tambora saat ini sudah memiki jaringan listrik, tetapi belum ada pembangkitnya. Diharapkan adanya PLTMH akan memercepat pertumbuhan kawasan tersebut,” ujarnya.
      Katanya, di Kecamatan Tambora telah dibangun dua PLTMH, masing-masing PLTMH SP 1 di Rasabou dan PLTMH Oi Marai di Kawinda Toi. “Dua PLTMH tersebut mengalami gangguan dan kapasitanya akan diperbesar guna memenunhi energi listrik masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkanny, sejumlah desa lain yang tidak memiliki jaringan listrik dan tidak ada sumber air, akan diupayakan menggunakan tenaga biogas dan tenaga surya.  Sebanyak 100 unit akan disiapkan untuk pengembangan biogas pada  wilayah yang para peternaknya terbiasa mengandangkan sapi. Karena bahan baku utama biogas adalah feces dan urin sapi.
Untuk tahap awal listrik tenaga biogas ini akan dibuatkan 34 unit. “Lokasi akan kita survi di lokasi yang peternaknya terbiasa mengandangkan sapi,” ujarnya. 
Dijelaskannya, untuk memanfatkan sumber energi matahari yang tidak terbatas, maka sejumlah desa pada beberapa kecamatan akan dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). PLTS  akan dibangun di desa Dumu 35 unit,  Oi Katupa 40 unit, Sarea Rama 40 unit dan Desa Karampi 35 unit.
“Kita berharap dengan pembangunan berbagai jenis pembangkit listrik ini masyarakat di desa terpencil akan dapat menikmati listrik dengan mudah dan murah,” pungkasnya. (BE.14)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

NTB

Mataram, Bimakini – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Infrastruktur Strategis terkait Keseimbangan Air (Water Balance), Ketersediaan Listrik...

NTB

Mataram, Bimakini.- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Ignasius Jonan, meresmikan Proyek infrastruktur kelistrikan di NTB dan NTT, di Labuhan Badas...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Saat kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima di Kelurahan Kendo Kecamatan Raba, warga setempat berharap ada bantuan...

Peristiwa

Dompu, Bimakini.-  Puluhan tahun warga yang bermukim di Pulau Bajo Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, mendambakan bisa menikmati penerangan listrik dari PLN. Kini...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Bocah berusia tujuh bulan, Afdal, warga RT 05 Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, tewas. Diduga saat bermain bocah itu kesetrum aliran...