Politik

KPU: Tingkat Partisipasi Masyarakat Kota Bima Tertinggi

Kota Bima, Bimakini.com.-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima mengaku tingkat partisipasi masyarakat Kota Bima dalam Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan yang tertinggi di Provinsi NTB tahun sebelumnya. Persentase 90 persen lebih. Partisipasi masyarakat tersebut akan terus dipertahankan untuk menyukseskan Pemilu berikutnya.

    Ketua KPU Kota Bima, Dra. Nur Fahaty, M.Si, mengatakan pihaknya saat ini tetap menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat meski sebelumnya tercatat sebagai daerah yang tertinggi di NTB. Kemudian setelah partisipasi, orientasi peningkatan kualitas dalam memilih juga menjadi perhatian serius yang akan digenjot.
Disebut kualitas dalam memilih, terangnya, apabila pemilih memberikan hak suara dan pilihan mereka tidak dalam tekanan dan paksaan. Pemilih juga mampu mengarahkan pilihannya pada figur berkualitas. Tentu saja hal itu akan berimbas kepada masyarakat, karena secara langsung akan merasakan program selama lima tahun terhadap figur yang dipilihnya.
“Indikatornya, tentu dengan terpilihnya Wali dan Wakil Wali Kota yang komunikatif dan berkualitas  akan membawa perubahan daerah menjadi lebih baik,” ujarnya di Sekretariat KPU, kemarin.
Untuk meningkatkan kualitas pemilih tersebut, katanya, KPU selalu menggelar sosialiasi melibatkan semua elemen masyarakat mulai dari pemilih perempuan, mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi etnis, paguyuban, hingga insan pers. Bahkan, pemilih pemula seperti pelajar SMA juga tidak luput dari target dengan melibatkan Kepala Sekolah dan guru.
Menurut Farhaty, pada dasarnya semua lemen masyarakat memiliki peran strategis untuk ikut menyukseskan Pemilu, terutama pers sebagai penyampai informasi dan pengotrol. Pada aspek lain, peran partai politik menurutnya juga sangat penting terutama selektif dalam perekrutan figur yang akan diusung.
Masalahnya, figur berkualitas yang diseleksi akan menentukan perubahan daerah selanjutnya. Selain itu, peran pendidikan semua Parpol untuk mengajarkan politik yang baik kepada pemilih harus dilakukan sehingga tercipta kondisi yang sinergis antara masyarakat dan pemerintah. (BE.20)
 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top