Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Mbojo Festival, Gerakan Moral Lewat Budaya

Kota Bima, Bimakini.com.-Untuk merekatkan persaudaran dan silaturahmi bisa dilakukan melalui berbagai cara. Satu di antara cara yang menarik, tetapi menyentuh seluruh lapisan masyarakat adalah melalui pendekatan budaya. Seperti yang dilakukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB yang menggelar Mbojo Festival, Kamis (15/11) malam.
Acara di lapangan Pahlawan Raba Kota Bima itu ibarat magnet, karena mampu menggiring ribuan masyarakat menyaksikannya. Bahkan, Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM dan pejabat teras Kota Bima terlihat menikmati sajian khas budaya NTB tersebut hingga usai.
Saat itu dipertunjukan kesenian tari tradisional daerah Bima, Sasak, dan Samawa. Penampilan sanggar seni ketiga suku tersebut menyisipkan berbagai pesan moral dalam setiap pementasannya.
“Pada penutup acara kita juga menampilkan pertunjukan sanggar Nggahi Rawi Pahu sebagai ikon pencitraan daerah Mbojo,” jelas M. Nurhaedin, panitia pelaksana kegiatan kepada Bimakini.com, Kamis malam.
       Pementasan kesenian tradisional, katanya, merupakan rangkaian dari kegiatan lainnya yang digelar sejak tanggal 13 November lalu diawali acara Lamba Rasa. Pada acara itu, ratusan orang ikut serta dalam Lamba Rasa atau touring yang dimulai dari Kota Mataram hingga Kota Bima.
Saat tiba di Bima, tim Lamba Rasa menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan gratis untuk masyarakat di Dusun Godo Desa Dadibou Kabupaten Bima. Pemilihan lokasi Godo  itu untuk membantu mengobati trauma psikologis masyarakat yang sebelumnya terkena musibah.
Kegiatan yang sama juga digelar di Kelurahan Manggemaci Kota Bima diikuti sekitar 100 warga setempat. “Alhamdulillah pengobatan gratis mendapat respons luarbiasa, terutama dari warga Godo, terbukti sekitar 200 orang tercatat mengikuti kegiatan itu,” terangnya.
Puncak kegiatan diakhiri Dialog Budaya, pentas seni dan budaya di Lapangan Pahlawan melibatkan Pena Mbojo Media sebagai penyelenggara. Kegiatan itu merupakan yang perdana digelar dan direncanakan sebagai acara rutin Provinsi NTB.
“Mbojo Festival bisa saja kita gelar di daerah lain tanpa mengubah nama karena esensi kegiatan ini untuk mencitrakan daerah Mbojo yang kita cintai ini sebagai daerah yang kaya budaya, sekaligus menepis kesan Mbojo sebagai daerah yang tidak aman,” ujarnya. (BE.20)
 
 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh: Asikin, S.Pi   Keanekaragaman budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia, menjadi keunikan yang sangat membanggakan dimata dunia. Sebagai bangsa yang majemuk, yang terdiri atas...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Ulet Jaya Bima (UJB) siap ambil bagian pada kegiatan Festival Budaya Keraton Bima. Kesiapan itu disampaikan ketika Owner UJB, Iman Soryo...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Camat Bolo, Mardianah, SH, mengajak warga  membudayakan gotong-royong. Itu merupakan  satu di antara visi-misinya memimpin  Bolo. Saat kegiatan gotong-royong di Desa Rato,...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Budaya daerah merupakan identitas yang membedakan daerah tersebut dengan  yang lain. Setiap daerah di Indonesia  memiliki identitas  sesuai keunikan, sifat, ciri-ciri,...

Opini

Oleh: Ahmad Ada yang menarik dari Pilkada Kabupaten Bima. Keterlibatan kelompok yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Masyarakat Pemilih Cerdas (Gema-Pis) dan Rumah Cita. Seperti diberitakan...