Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Rini: Sampah, Barang Bernilai Ekonomis

Kota Bima, Bimakini.com.-Selama ini, sampah selalu menjadi masalah serius yang dihadapi berbagai daerah hingga di kota besar sekalipun. Bahkan, karena kerap disoroti banyak pihak yang menjadikan sampah sebagai komoditi politik dalam janji kampanyenya. Itu membuktikan bahwa sampah memang bernilai ekonomis.

Demikian disampaikan Asisten II Setda Kota Bima, Ir. Hj. Rini Indriati, pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan sampah menjadi kompos dengan alat komposter yang dihelat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bima, Selasa.
Rini menjelaskan semakin bertambahnya jumlah penduduk juga menjadi faktor utama yang menyebabkan banyaknya sampah. Tidak bisa dipungkiri, semakin padatnya penduduk yang bermukim di kota secara langsung ikut menyumbangkan sampah didalam lingkungan.
Apalagi, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Untuk itulah, dia menilai Bimtek menjadi pupuk kompos merupakan langkah tepat yang dilakukan. Cara itu akan mengajarkan kepada masyarakat untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
     “Pupuk kompos yang dibuat dari sampah, biogas, maupun aneka kerajinan, saya kira sangat bernilai ekonomis bagi masyarakat. Beberapa dinas terkait seperti Diskoperindag atau Dinas Pertamanan bisa diajak kerjasama dalam hal itu,” ujarnya.
Kepala BLH Kota Bima, Ir. Abdurrahman Iba, mengemukakan awalnya mengelola sampah dengan cara sederhana, seperti membakar atau mengubur. Ternyata bukan cara yang efektif, karena Undang-Undang  soal persampahan juga melarangnya. Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah kini sudah kritis, karena persoalan daya tampung dan polusi khususnya aromatik dan gas beracun.
      Untuk itulah, BLH menyelenggarakan Bimtek agar memotivasi lembaga dan masyarakat tentang mengelola sampah yang tepat. Melalui Bimtek diharapkan terbentuk kelompok masyarakat pengelola sampah, mengurangi pencemaran lingkungan, masyarakat bisa membuat pupuk kompos dan kebersihan kota terjaga.
Kegiatan yang digelar hingga Kamis itu diikuti 90 peserta. Mereka adalah wakil Lembaga Swadaya Masyarakat, PKK, Pencinta Lingkungan, dan masyarakat perwakilan kelurahan yang tinggal pada sepanjang bantaran sungai.
Narasumber dalam kegiatan itu yakni Ir. Hj. Siti Zaenab, Ir. Abdurrahman Iba, Drs. Hamdan, Hairil Abdi, ST, Abdul Haris, M.Si, Hemasnyah Hasto, M.Eng, Isnalayli, ST dan Herliyasti Tuti, ST. (BE.20)
 

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, menginstruksikan, seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima untuk menangani sampah. Instruksi itu disampaikan saat ...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kota Bima saat ini terus berbenah, termasuk melalui programkan kota bersih bebas kumuh. Namun  masih didapat sejumlah lokasi yang dipenuhi sampah dan...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Warga Desa Rasabou dan Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima gotong royong menimbun lokasi yang dijadikan tempat buang sampah sembarangan, Kamis (21/1). Lokasi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Bolo, Ahad (27/12) menimbulkan terjadinya banjir. Seperti halnya di Desa Rada, tumpukan sampah menutup jalan...

Pemerintahan

Kota Bima,Bimakini.- Di tahun 2021, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima akan lebih memaksimalkan dan memerioritaskan program penanganan persampahan. Ini mengingat setiap tahun volume...