Politik

“Wasit jangan Coba-Coba menjadi Pemain”

Bima, Bimakini.com.-Sebanyak 90 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 573 Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat se-Kabupaten Bima tahun 2013, dilantik di Paruga Nae Kecamatan Woha, Rabu (21/11). Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Nur Susilawati, S.IP, MM.

Nah, ada peringatan Bupati Bima, H. Ferry Zulakrnain, ST, kepada skuad penyelenggara itu. Mereka diminta bersikap independen dan transparan dalam kapasitasnya sebagai wasit. “Bapak dan Ibu adalah wasit, maka jadilah wasit yg baik. Saya pesan, jika diberi percaya jadi wasit maka jangan coba-coba jadi pemain,” ujarnya.
Bupati   menekankan tugas PPK dan PPS adalah amanah negara yang harus diemban secara  bertanggungjawab. “Tugas ini mulia, sekaligus berat,” katanya.
Dikatakannya, dalam Pemilu banyak kepentingan yang “bermain”,  maka selain profesional, transparan, dan independen, penyelenggara juga  harus menjaga etika, tuturkata dan norma yang berlaku di tengah masyarakat.
“Jangan jabatan sebagai PPK dan PPS dibanggakan dan juga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” pungkas Ferry.
Ketua KPU Kabupaten Bima, Nur Susilawati, S.IP, MM, meminta agar PPK dan PPS  siap dan serius bekerja demi kelancaran dan kesuksesan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang akan dihelat 13 Mei 2013 mendatang. 
    Dikatakannya, pelantikan tersebut mengandung makna kesiapan bertanggungjawab dan bekerja profesional. “Kerja PPK dan PPS sangat menentukan dan membantu dalam pesta demokrasi nanti,” ujarnya.
    Untuk itu, Nur menekankan agar petugas PPK dan PPS menjaga  ruh penyelenggaraan Pemilu. “Ruh pemilu adalah  integritas dan independensi. Jika ini tidak dijaga, maka konflik akan mungkin terjadi,” katanya.
Menurutnya, sikap profesional mutlak diperlukan untuk mewujudkan kualitas Pemilukada. “Bangun komunikasi dengan masyarakat dan stakeholder. Ajak  seluruh masyarakat untuk menyukseskan perhelatan lima tahunan ini,” harapnya.
Dia berharap, penyelenggaraan Pemilukada di Kabupaten Bima menjadi barometer Pemilu di NTB. Usai pelantikan, PPS dan PPK dihadapkan langsung pada tugas berat, yaitu pemutakhiran data pemilih.
Dia meminta sekembali ke tempat masing-masing agar segera mengangkat  satu petugas pemutahiran data pemilih satu orang per satu TPS. Kabupaten Bima memiliki 1.099 TPS.     
Usai prosesi pelantikan itu,  seluruh ptugas PPK dan PPS mengikuti bimbingan teknis.  (BE.14)
 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top