Peristiwa

Wisata Oi Wobo Mendesak Ditata

Bima, Bimakini.com.-Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Bima ‘ibarat bunga layu dan sulit mengembang karena jalan di tempat’. Betapa tidak, selalu luput dari perhatian pemerintah daerah. Hal itu pun diakui petugas objek wisata Oi Wobo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima.

    Penanggungjawab Wisata Oi Wobo Wawo, Muhiddin, mengatakan, secara umum objek wisata setempat hampir luput dari penataan dan perhatian pemerintah. Padahal, bila dikelola bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjanjikan.
“Hingga saat ini, di sini sangat kurang fasilitas pendukung, kondisi kolam saja sudah banyak kelupas, sehingga butuh pembenahan,” katanya di Wawo, kemarin.
Diakuinya, hingga saat ini Oi Wobo baru mampu menyumbang PAD senilai Rp8 juta hingga Rp10 juta setiap tahun. Kondisi itu akan berbeda seandainya pemerintah bisa menata dengan baik seperti objek wisata di luar daerah.
    Apalagi, katanya, di Bima sangat minim tempat wisata. Selain kolam, saat ini Pesanggrahan di lokasi setempat perlu dibenahi terutama bagian tembok, karena semakin lapuk dan terkelupas. “Perlu dibenahi tanpa perlu mengubah ciri dan kondisi aslinya, paling tidak  butuh diplester saja,” katanya.
Disebutkannya, saat hari libur Idul Fitri, pengunjung di kawasan wisata setempat bisa mencapai 700-1.000 orang, sedangkan pada hari libur biasa (Sabtu dan Minggu) mencapai 50 orang. Umunnya, pengunjung berasal dari Kota Bima dan warga Wawo.
“Sisanya pengunjung rutin mahasiswa olahraga yang pratik renang, sehingga kami pikir perlu pembenahan, sehingga makin banyak fasilitas pengunjung juga puas,” katanya.
    Ditambahkannya, selain fasilitas pendukung, saat ini objek Oi Wobo juga perlu anggaran untuk membangun pagar. “Biasanya warga, terutama anak-anak dan ternak liar banyak yang paksa masuk pada bagian yang belum dipagari bagus, sehingga sistem keamanan di sini perlu ditingkatkan,” katanya.
Pengunjung Oi Wobo, Nophy, berharap, pemerintah daerah menata seluruh objek wisata di Bima, termasuk di Kalaki dan kolam Oi Wobo Wawo. Sejak pertama Dinas Pariwisita terbentuk, belum ada objek yang berhasil dikembangkan menjadi kebanggaan masyarakat.
Contohnya, di kolam dan Water Boom di Kalaki dibiarkan mangkrak. “Sebagai orang Pariwisata kami sedih liat tempat wisata kita kumuh dan ndak dikelola baik oleh pemerintah. Kayaknya bukan nggak ada anggaran, tapi nggak ada niat baik saja,” ungkap alumnus Usaha Perjalanan Wisata (UPW) SMKN 1 Kota Bima ini.
Dikatakannya, pemerintah harus menyeimbangkan pembangunan setiap sektor termasuk pariwisata, tidak boleh hanya bertumpu pada satu bidang saja. Jangan hanya sektor pertanian saja yang diandalkan atau sektor perikanan. Pariwisata juga menjanjikan keuntungan bagi daerah.
“Lihat saja di Lombok terkenal di mana-mana. Padahal, keindahan alamnya sama saja dengan daerah kita, yang beda penataannya saja,” ujarnya. (BE.17) 

 

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top