Hukum & Kriminal

DPO Kasus Bacok di Parangina Diringkus

http://yustisi.com/

Bima, Bimakini.com.-  Pascaterbunuhnya Arjuna (31), warga Desa Parangina Kecamatan Sape, aparat Kepolisian bergerak cepat memburu pelakunya. Alhasil, Jumat (21/12) lalu, aparat gabungan Polsek Sape dan Polres Bima Kota, meringkus BR, warga Parangina yang diduga pelaku pembunuhan. BR diringkus saat bersembunyi di pegunungan Riamau Kecamatan Wawo.

      Informasi yang diperoleh Bimaklini.com, oknum BR yang baru 15 hari kembali dari Kalimantan, nekat mengeksekusi korban karena bermotif dendam. Beberapa saat sebelum kejadian, korban dikabarkan telah memukul keponakan pelaku. Lantaran persoalan itu, korban yang sama sekali belum mengenal BR dihabisi di depan istri dan keluarganya.
    BR melarikan diri usai mengeksekusi korban dengan membacoknya menggunakan parang hingga menyebabkan bagian belakang leher dan kakinya terluka parah. Tewasnya korban, memicu kemarahan keluarga korban dari Desa Naru. Mereka  bereaksi dengan cara merusak rumah BR dan membakar rumah Khalik, kakak BR.
    Sempat terjadi indsiden juga ketika pembakaran rumah Khalik tersebut. Tanpa sengaja tiga warga yang sedang menyiram bensin di dalam rumah terjebak dan ikut terbakar. Akibatnya, ketiganya mengalami luka bakar pada  muka, tubuh dan sekujur tubuhnya. Mereka adalah Muhtar (35), Suhardin (28) dan Amir (25). Mereka dirawat di RSUD Bima.
“Saya tidak tahu siapa yang mulai membakar karena saya sedang di dalam rumah menyiram bensin,” ujar salahsatu korban, Suhardin kepada Bimaklini.com, Jumat lalu.
Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, S.IK, SH yang dikonfirmasi membenarkan BR ditangkap setelah dikejar di Kecamatan Wawo. Motif kasus tersebut diakui hingga kini masih diselidiki dan sudah lima saksi korban telah diperiksa termasuk BR.
Katanya, usai kejadian sejumlah personel Kepolisian berjaga ketat di Desa Naru termasuk sekitar rumah BR dan keluarganya. Hal itu untuk mengantisipasi reaksi susulan dari keluarga korban. (BE.20)
 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top