Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Kohati Desak Hentikan Diskriminasi Perempuan !

Kota Bima, Bimakini.com.-Memanfaatkan momentum peringatan Hari Ibu, sabtu (22/12) lalu Korps Himpunan Mahasiswa Islam Putri (Kohati) Bima mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima dan Pemerintah Kota Bima. Mereka menyampaikan aspirasi mendesak lembaga berkaitan untuk memperhatikan nasib perempuan yang sering didiskriminasi dalam berbagai lini kehidupan.  

Menurut laskar hijau hitam putri tersebut, saat ini para ibu dalam konteksnya sebagai perempuan belum sepenuhnya merdeka sekalipun negara telah merdeka. Hak-hak untuk mendapatkan tempat yang sama dalam berbagai aspek belum sepenuhnya didapat oleh perempuan.
Sederet kasus-kasus yang terjadi seperti pelecehan maupun eksploitasi terhadap perempuan mengambarkan belum terjaminnya hak kebebasan tersebut.
“Untuk itu, kami menuntut kepada pemerintah dan penegak hukum agar segera membersihkan segala kasus yang banyak merugikan kaum perempuan seperti kasus aborsi yang kini terjadi di Bima,” tegas Yulianingsih, ketua Kohati.
Menurut Yulianingsih semboyan pada lambang hari Ibu yakni Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung makna bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitra sejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Hal itu nilainya demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu bersama Kohati dirinya mengajak semua pihak untuk membangkitkan kaum perempuan dari berbagai bentuk tindakan diskriminasi, polemik maupun pelecehan seksual yang terjadi dilingkungan sosial masyarakat.
Selain itu dia juga meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan perempuan dalam aspek ketenagakerjaan dengan membuka lapangan kerja yang memadai demi meningkatkan kreatifitas kaum perempuan untuk mewujudkan daerah dan bangsa yang adil. (BE.20)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.com.- Ada hal menarik saat kunjungan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Amin, pada kegiatan safari Ramadan di Masjid Al-Istiqomah Kelurahan...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.com.- Anggota Komisi III DPRD Kota Bima, Mutmainnah, meminta pihak terkait menghentikan pekerjaan proyek  preservasi rekonstruksi (longsoran) di Kota Bima, di Kelurahan...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.com.- Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima, Rabu (2/9/2015), menemui  Wali Kota Bima, HM Qurais. Mereka mendesak Wali Kota segera mengajukan...

Pemerintahan

 Bima, Bimakini.com.-Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima kembali berunjukrasa menyorot kasus tarian erotis dan pesta minuman keras (Miras). HMI mendesak DPRD Kabupaten Bima...

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.-Terminal bayangan di sekitar terminal Dara, kini kembali menjadi sorotan. Setelah ditertibkan, muncul lagi kesemrawutan. Entah sampai kapan. Padahal, selain menganggu kenyamanan, keberadaan...