Pemerintahan

Anggota DPRD di Wilayah NTB akan Bertambah

Mataram, 3/1 (ANTARA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di tingkat provinsi dan empat kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2014-2019 akan bertambah seiring dengan penambahan jumlah penduduk yang cukup signifikan.

     "Anggota DPRD provinsi akan bertambah 10 orang, dan empat kabupaten bertambah masing-masing lima orang," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB Fauzan Khalid, di Mataram, Kamis.
     Ia mengatakan, penambahan anggota DPRD provinsi dan empat kabupaten di NTB itu disesuaikan dengan peningkatan jumlah penduduk yang tertuang dalam Data Agregat Kependudukan Kecamatan (DAK2) yang diserahkan pemerintah kepada KPU.
     Sesuai Keputusan KPU Nomor 7 Tahun 2012 tentang Tahapan Pelaksanaan Pemilu 2014, penyerahan jumlah penduduk dari pemerintah (Kementerian Dalam Negeri) ke KPU kemudian dari gubernur ke KPU provinsi, hingga kabupaten/kota, dijadwalkan Desember 2012 namun terulur hingga akhir Januari 2013.
     Dari data kependudukan itu, KPU akan memastikan jumlah anggota DPRD di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota.
     "Memang belum ditetapkan, tetapi sudah jelas akan ada penambahan anggota DPRD provinsi sebanyak 10 orang, karena jumlah penduduk diperkirakan telah lebih dari lima juta jiwa, dan masing-masing lima orang di empat kabupaten di wilayah NTB," ujarnya.
     Sesuai ketentuan jika jumlah penduduk suatu provinsi telah lebih dari lima juta jiwa, maka anggota DPRD di provinsi itu sebanyak 65 orang.
     Fauzan mengatakan, peningkatan jumlah penduduk NTB yang berdampak pada penambahan jumlah anggota DPRD Provinsi NTB periode lima tahun berikutnya itu, juga berakibat penambahan jumlah daerah pemilihan (dapil) dari enam wilayah menjadi delapan wilayah.
     Pada Pemilu 2009, 55 kursi anggota DPRD NTB berasal dari enam dapil yakni dapil 1 (Kota Mataram) sebanyak lima kursi, dapil 2 (Lombok Barat, Lombok Utara) 10 kursi, dapil 3 (Lombok Tengah) 10 kursi, dapil 4 (Lombok Timur) 14 kursi, dapil 5 (Kabupaten Bima, Dompu, dan Kota Bima) 10 kursi, dan dapil 6 (Sumbawa dan Sumbawa Barat) enam kursi.     
     Pada Pemilu 2014, 65 anggota DPRD NTB akan berasal dari delapan dapil dapil 1 (Kota Mataram), dapil 2 (Lombok Barat dan Lombok Utara), dapil 3 dan 4 (Lombok Tengah), dapil 5 dan 6 (Lombok Timur), dapil 7 (Kabupaten Bima, Dompu, dan Kota Bima), dan dapil 8 (Sumbawa dan Sumbawa Barat).
     "Jadi, ada penambahan dapil di Lombok Tengah dan Lombok Timur, hanya saja jumlah kursi setiap dapil yang belum bisa disebut karena bisa saja berubah, namun yang pasti ada penambahan dapil berarti ada penambahan kursi," ujarnya.
     Fauzan juga menyebut penambahan anggota DPRD di empat kabupaten/kota yakni Kota Mataram dari 35 kursi menjadi 40 kursi, Kabupaten Lombok Utara bertambah dari dari 25 kursi menjadi 30 kursi, Kabupaten Sumbawa dari 40 kursi menjadi 45 kursi, dan Kabupaten Lombok Tengah bertambah dari 45 kursi menjadi 50 kursi.
     Enam kabupaten/kota lainnya yakni Kabupaten Sumbawa Barat tetap 25 kursi, Dompu tetap 30 kursi, Lombok Barat tetap 45 kursi, Lombok Timur tetap 50 kursi, dan Kabupaten Bima tetap 45 kursi dan Kota Bima tetap 25 kursi. (ant)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top