Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Banjir Meluap, Warga Bajo Panik

Bima, Bimakini.com.-Puluhan warga dusun Bajo Selatan Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Selasa (1/1) sekitar pukul 17.30 WITA, panik dan lari berhamburan keluar rumah setelah mengetahui banjir melabrak dusun setempat. Sedikitnya, 23 rumah, bengkel dan kios bangunan tergenang banjir akibat insiden tersebut.

    Luberan banjir melabrak pemukiman warga terutama di RT 1 dan RT 2 dusun Bajo Selatan, yang tidak jauh dari jalur sungai di dusun setempat. Menurut sejumlah warga, luapan terjadi karena tertutupnya saluran sungai setelah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) membangun jembatan sementara setelah jembatan yang ambles dibongkar.
     Akibat insiden tersebut, lalulintas dari Kecamatan Bolo menuju wilayah setempat atau sebaliknya sempat terganggu, beberapa pengendara terpaksa memutar haluan menempuh jalur di Kecamatan Donggo.
    Kepala Dusun Bajo Selatan, Dahlan M. Nur, mengatakan, luapan banjir terjadi akibat tertutupnya  aliran sungai setelah pihak DPU membangun jembatan sementara. Luapan banjir juga nyaris melabrak rumah warga di RT 3 dan masjid di dusun setempat. “Sebenarnya kami sudah mengingatkan pihak Pemerintah Desa dan pekerja dari Dinas agar menambah ketinggian jembatan sementara, karena sekarang ini sedang musim hujan, dan sekarang benar apa yang kami kuatirkan banjir meluap,” katanya.
    Diakuinya, berdasarkan pendataan sementara, banjir menyebabkan sejumlah pengusaha kecil seperti pemelik bengkel, toko bangunan dan mebel merugi. Selain itu, sebagian warga mengaku rugi karena peralatan elektronik mereka tergenang banjir. “Untung-untung sudah ada bronjong dari PNPM dan terjadi siang hari. Kalau terjadi malam hari mungkin akan berbeda lagi ceritanya,” katanya.
    Warga setempat, Lina, mendesak DPU segera membongkar jembatan sementara yang dibangun, karena dikuatirkan kembali memicu luapan banjir ke pemukiman warga. “Pokoknya kami minta segera dibongkar, untung-untung sekarang mungkin cuma kerugian material bagaimana kalau ada yang mati terseret banjir? Walaupun dekat laut. Mohon Bupati memerhatikan ini,” desaknya.
    Diakuinya, selama ini, luapan banjir jarang terjadi, apalagi hampir mencapai masjid Bajo Selatan. Insiden tersebut baru pertama terjadi akibat tersumbatnya aliran sungai. “Kalau bisa secepatnya dibongkar, karena kami kuatir banjir masih bisa terjadi,” katanya.
    Pantauan Bimakini.com, puluhan warga tampak lari keluar rumah. Selain panik, warga umumnya ingin melihat dari dekat luapan banjir yang terbilang baru pertama terjadi di desa setempat. Akibat insiden tersebut, lalulintas di desa setempat terganggu sekitar 30 menit. (BE.17)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Banjir yang terjadi Rabu (21/2/2024) malam di Desa Kawinda Toi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, menyebabkan satu jembatan putus. Selain itu sejumlah rumah...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Pj. Wali Kota Bima, H. Mohammad Rum, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengantisipasi potensi luapan banjir di DAS Padolo, Senin 12...

Peristiwa

Bima, Bimakini.-  Banjir setinggi paha orang dewasa menerjang dua desa di Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (15/11/2023). Masing-masing pemukiman...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Pj. Wali Kota Bima, HM. Rum, menyoroti perlunya ikhtiar pembangunan infrastruktur banjir sebagai upaya mitigasi berulangnya kejadian banjir bandang tahun 2006...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI  menyalurkan bantuan logistik dan peralatan atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bima. Bantuan diterima...