Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Cuaca Buruk, Lalulintas Kapal Terganggu

Kota Bima, Bimakini.com.-  Kondisi cuaca buruk yang ditandai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi memaksa Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Bima menerapkan peringatan larangan berlayar bagi kapal tertentu. Tiga hari terakhir, cuaca buruk tidak hanya mengganggu lalulintas kapal muat, namun juga menyebabkan sejumlah nelayan “puasa” melaut.

Kepala Adpel Bima melalui petugas syahbandar setempat, Nasrullah, mengungkapkan, peringatan larangan berlayar dikeluarkan menyusul data yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Selaparang. “Saat ini berlaku larangan belayar karena cuaca buruk. Kami belum tahu kondisi hingga kapan,” katanya di kantor Adpel Bima, kemarin.
    Dikatakannya, berdasarkan data BMKG, saat ini ketinggian gelombang di perairan pulau Lombok dan Sumbawa serta sekitarnya mencapai 3-5 meter. Kendati demikian Adpel tidak menerapkan larangan berlayar untuk kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional (Pelni) seperti KM Kelimutu, Wilis, dan Tilongkabila. “Untuk kapal besar, kapal Pelni tetap jalan. Tapi, kita hanya mengimbau agar segera berlindung di pelabuhan terdekat jika cuaca sangat tidak memungkinkan,” katanya.
    Pada bagian terpisah BMKG Bandara Sultan Salahuddin Bima mengeluarkan peringatan bagi masyarakat, termasuk nelayan agar mewaspadai ketinggian gelombang. Berdasarkan data stasiun setempat,  tinggi gelombang laut di perairan Utara dan Selatan Bima mencapai 3.0-6.0 meter. BMKG mencatat beberapa hari terakhir hujan sedang hingga lebat kerap terjadi dan disertai petir.
    Akibat cuaca buruk, sejumlah nelayan di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima seperti di desa Bajo juga mengaku terpaksa melaut. “Untuk beberapa hari terakhir ini cuaca tidak bersahabat sehingga kami harus istrahat sementara waktu, karena kalau dipaksakan bisa berisiko juga, percuma cari nafkah tapi faktor keselamatan kami perhitungkan juga,” ungkap Ismail, nelayan di desa Bajo.
    Pantauan Bimakini.com, Selasa (8/1) puluhan kapal ketinting dan tanpa mesin milik nelayan tampak diparkir di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kelurahan Tanjung Kota Bima. Kondisi yang sama juga tampak di areal sekitar Wadumbolo. Sejumlah nelayan mengaku istrahat melaut karena kondisi cuaca tidak bersahabat. (BE.17)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST ( Observer dan Forcaster Iklim BMKG NTB) Masih sangat hangat perbincangan tentang Siklon Tropis “Seroja” yang menghantam wilayah Nusa Tenggara...

Peristiwa

Dompu, Bimakini.- Masyarakat Dompo diharapkan mewaspadai cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir  ini. Apalagi perubahan cuuaca bisa terjadi sewaktu-waktu. Kabag Humas Setda Dompu,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- BMKG Praya, Lombok Tengah, NTB, mengeluarkan rilis, Selasa (19/12) tentang adanya Palung tekanan rendah yang memanjang dari perairan sebelah Barat Pulau Sumatera hingga...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Empat dari enam nelayan asal Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima akhirnya ditemukan selamat  Sabtu (21/10/2017) di perairan Komodo. Mereka  terapung tiga...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Tidak saja nelayan yang merasakan akibat cuaca ekstrim di Utara laut Bima. Sejumlah kapal dagang juga ditunda pelayarannya. Kantor Syahbandar Pelabuhan...